Senin, 18 February 2019

OJK Segera Atur Soal Ganti Rugi Investor Akibat Kejahatan Pasar Modal

Investor rentan menderita kerugian akibat kejahatan pasar modal. Sayangnya, klaim kerugian tersebut sulit dilakukan.
Mochamad Januar Rizki
Gedung Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta. Foto: RES

Kejahatan pasar modal seperti penggelapan dana dan investasi bodong berisiko tinggi terjadi seiring besarnya perputaran dana pada industri tersebut. Tindakan kejahatan tersebut tentunya merugikan investor karena harus menanggung kehilangan dana dalam jumlah besar.  Terlebih lagi, regulasi perlindungan investor pasar modal saat ini masih lemah.

 

Dalam berbagai kasus kejahatan pasar modal, investor sering sekali tidak mendapatkan ganti rugi meski perkara kejahatan tersebut telah diputuskan pengadilan. Salah satu contoh kejahatan pasar modal yang pernah terjadi yaitu kasus Sarijaya Permana Sekuritas (SPS) yang dilakukan komisaris utamanya dengan modus penggelapan dana hampir Rp235 miliar. Kasus ini diindikasikan merugikan sebanyak 8.700 nasabah. Sayangnya, kompensasi yang diterima investor atas kerugian tersebut terbilang nihil.

 

Selain kasus SPS, masih terdapat berbagai kejahatan pasar modal lain yang berujung pada kerugian investor. Misalnya, kasus Antaboga Delta Sekuritas (ADS) dengan total kerugian investor mencapai Rp1,4 triliun. Kemudian, kasus AAA Sekuritas yang merugikan investor senilai Rp120 miliar.

 

Atas kondisi tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera menetapkan aturan mengenai disgorgement fund sebagai bentuk perlindungan investor atas kejahatan pasar modal. Disgorgement fund merupakan dana yang bersumber dari para pelaku kejahatan pasar modal.

 

“Saat ini, kerugian investor sulit diklaim. Ini diberikan bukan karena kerugian penurunan harga tapi ada unsur pidana di pasar modal,” jelas Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK, Hoesen di Jakarta, Senin (18/2).

 

Hoesen menjelaskan pihaknya sedang menyiapkan payung hukum mengenai kebijakan tersebut. Dia juga mengatakan negara lain seperti Amerika Serikat telah menetapkan aturan disgorgement fund. Menurutnya, ketentuan tersebut semakin melindungi investor pasar modal dalam bertransaksi.

 

“Selama ini perusahaan yang melanggar diberikan sanksi sudah pasti tapi ganti rugi investornya tidak ditanggulangi. Disgorgement fund ini supaya investor ritel nyaman,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua