Jumat, 05 April 2019

Investasi Ilegal Mengintai Masyarakat Perkotaan, Waspadalah!

Praktik investasi ilegal ini bukan persoalan sederhana karena kerugian masyarakat sepanjang mencapai Rp88,8 triliun sepanjang 2008-2018. Jumlah tersebut diperkirakan jauh lebih besar karena tidak semua korban investasi ilegal melapor kepada otoritas.
Mochamad Januar Rizki
Ilustrator: BAS

Persoalan investasi ilegal terus menjadi perhatian otoritas yakni Tim Satgas Waspada Investasi (SWI) yang terdiri dari 13 kementerian dan lembaga seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kepolisian Republik Indonesia hingga Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Pasalnya, permasalahan investasi ilegal ini baru mencuri perhatian publik setelah terdapat laporan kerugian nasabah.

 

Praktik investasi ilegal ini bukan persoalan sederhana karena kerugian masyarakat sepanjang mencapai Rp88,8 triliun sepanjang 2008-2018. Jumlah tersebut diperkirakan jauh lebih besar karena tidak semua korban investasi ilegal melapor kepada otoritas. Berbagai kasus investasi ilegal yang merugikan masyarakat dalam jumlah besar seperti Pandawa Group (Rp 3,8 triliun), Dream Freedom (Rp 3,5 triliun), Cakrabuana Sukses Indonesia (Rp 1,6 triliun).

 

Uniknya, berbagai kasus investasi ilegal ini paling rentan terjadi di daerah perkotaan besar seperti Jakarta yang seharusnya memiliki pemahaman lebih mengenai literasi keuangan. Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing, menjelaskan masyarakat perkotaan rentan terjadi karena mayoritas perputaran modal terjadi di wilayah perkotaan. Sehingga, masyarakat perkotaan justru lebih rentan dibanding pedesaan.

 

“Masyarakat Jakarta sangat banyak (korban) karena perputaran uang ada di sini. Sedangkan kalau di desa enggak banyak (perputaran uang). Bahkan, ada korban yang kena tipu sampai empat investasi sekaligus,” jelas Tongam dalam acara Sosialisasi Investasi Ilegal di Jakarta, Jumat (5/3).

 

Menurut Tongam, kemunculan korban ini akibat mudahnya masyarakat tergiur terhadap tawaran investasi ilegal yang menawarkan bagi hasil (return) tinggi di atas rata-rata industri keuangan. Bahkan, terdapat investasi ilegal menawarkan bagi hasil sampai 4 persen per hari.

 

Padahal, Tongam menjelaskan tingginya imbal hasil tersebut merupakan karakteristik investasi ilegal. “Salah satu ciri-ciri investasi ilegal itu menawarkan return yang tidak rasional. Alangkah menyesatkan mereka (investasi ilegal) menawarkan bunga 5-10 persen per bulan bahkan ada yang 4 persen satu hari,” jelas Tongam.

 

(Baca: Fintech Ilegal, Diblokir Satu Tumbuh Seribu)

 

Permasalahan investasi ilegal ini semakin diperparah karena keterlibatan tokoh agama dan masyarakat sehingga menjadi daya tarik masyarakat berinvestasi. Sehingga, Tongam menyampaikan agar masyarakat berhati-hati dalam berinvestasi. Menurutnya, terdapat berbagai cara agar masyarakat terhindar dari penipuan investasi ilegal.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua