Jumat, 26 April 2019

Dua Pesan Penting di Balik Penyelenggaraan Peradi Cup 2019

Selain menjadi ajang silaturrahmi, pertandingan futsal bertujuan agar para advokat Peradi menjadi lebih profesional, sementara paduan suara untuk meresapi makna dalam hymne dan mars Peradi.
Aji Prasetyo
Ketua Umum DPN Peradi Fauzie Yusuf Hasibuan saat menyampaikan sambutannya. Foto: AJI

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) Fauzie Yusuf Hasibuan resmi membuka Peradi Cup 2019 di Denpasar, Bali. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kinerja seluruh pihak baik panitia penyelenggara ataupun peserta atas terselenggaranya acara ini. 

 

Turnamen yang berlangsung pada 26-27 April 2019 ini menyelenggarakan dua kejuaraan, pertama futsal dan kedua paduan suara. Setidaknya ada tiga lokasi yang digunakan untuk pertandingan futsal. Pertama Meazza Futsal yang berada di Jalan Teuku Umar yang sekaligus menjadi tempat pembukaan. Kemudian lapangan Tanjung Sari dan Metro Futsal yang masih berada di Denpasar, Bali. Sementara untuk paduan suara perlombaaan diadakan di Gedung Ksirarnawa, Komplek Art Center, Denpasar. 

 

Dan ternyata ada makna penting yang menjadi alasan mengapa dua kegiatan itu yang menjadi pilihan. Untuk futsal misalnya, Fauzie melihat saat ini cabang olahraga tersebut telah menjadi suatu industri komersil di belahan dunia dan bisa menghasilkan pendapatan baik daerah maupun negara. Oleh karena itu Peradi harus mengambil bagian meskipun industri tersebut di Indonesia sisi komersialisasinya belum terlalu besar.

 

Yang cukup menarik pernyataan Fauzie mengenai hubungan olahraga futsal dengan profesi advokat. "Kami tidak bertujuan menjadikan Anda menjadi pemain bola profesional, tapi saya berharap Anda menjadi advokat yang profesional yang menjadi bagian dari dunia advokat," ujar Fauzie yang disambut tawa peserta, Jumat, (26/4).

 

Selain itu tujuan lainnya yaitu menjalin silaturrahmi para advokat di seluruh Indonesia. "Jumlah advokat waktu saya menjadi Ketua Umum kurang lebih 26 ribu, nah sekarang sudah 4 tahun saya menjabat menjadi sekitar 46 ribu, cabang dari 63 sekarang 128 ditambah PBH. Oleh karena itu saya yakin saudara hampir tidak kenal semuanya, ini lah Bali di mana saudara yang tidak kenal menjadi kenal, supaya kita solid," terangnya. 

 

Baca:

 

Kemudian terkait dengan paduan suara, Fauzie menyatakan, dalam lirik mars dan hymne Peradi ada nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dan nilai-nilai tersebut membawa pesan dan rasa kebanggan dalam misi melaksanakan profesi advokat. 

 

"Sehingga nilai-nilai itu harus selalu disebutkan dalam lirik lagu yang mengalun-ngalun agar bisa masuk langsung ke hatinya. Sekarang banyaknya anggota advokat belum memahami lirik-lirik lagu itu, karena itu semakin sering dinyanyikan, semakin gampang dihapalnya dan semakin diresapkan nilai-nilainya," tegasnya. 

 

Ketua Pelaksana Peradi Cup 2019 Budi Adnyana menambahkan alasan mengapa paduan suara dilombakan dalam kegiatan. Menurutnya ada pesan khusus yang bisa diserap dalam turnamen tersebut. 

 

"Saya lihat makin sering mars dan hymne dinyanyikan makin kita menghayati isi dalam lirik tersebut. Makanya dalam lomba paduan suara peserta wajib menyanyikan mars dan hymne Peradi," katanya. 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua