Senin, 10 Juni 2019

Antisipasi Macet Parah, Kebijakan One Way di Tol Cikampek Diperpanjang

​​​​​​​Kebijakan one way tersebut sempat membuat bingung pengendara yang menuju arah sebaliknya.
RED/ANT
Ilustrasi jalan tol. Foto: RES

Kebijakan satu arah atau one way di tol Cikampek untuk menindaklanjuti dan mengantisipasi kemacetan yang terjadi saat arus balik Idul Fitri 1440 Hijriah atau tahun 2019, diperpanjang oleh Korlantas Polri. "Iya diperpanjang sampai Senin ini," kata Korlantas Polri, Irjen Pol Refdi Andri, dalam pesan singkatnya yang diterima di Jakarta, Senin (10/6).

 

Refdi mengatakan, kebijakan satu arah di tol yang mengarah ke Jakarta tersebut terdiri dari dua ruas yakni ruas tol Kali Kangkung (KM 414) hingga Cikampek Utama (KM 70) dan Cikampek Utama (KM 70) hingga KM 29 (Cikarang Utama). "Untuk ruas tol Cikampek Utama hingga Cikarang Utama, diperpanjang hingga pukul 08:00 WIB. Sedangkan untuk ruas Kali Kangkung hingga Cikampek Utama diperpanjang hingga pukul 24:00 WIB," ujarnya.

 

Perpanjangan kebijakan satu arah atau one way tersebut sudah dilakukan sejak Hari Sabtu tanggal 8 Juni 2019 atau H+2 lebaran, dengan mengikuti tingkat kepadatan kendaraan di tol. Pada hari Minggu tanggal 9 Juni 2019 yang diperkirakan menjadi puncak arus balik lebaran 2019, data dari Polda Metro Jaya, mencatat 93.845 unit kendaraan masuk ke tol Cikampek Utama.

 

Petugas memberlakukan one way traffic di ruas jalan tol tersebut sehingga rata-rata kecepatan kendaraan mencapai 50-60 km per jam. Akan tetapi, karena kebijakan tersebut, jalan arteri antara Karawang hingga Cikampek macet parah karena arus dari Jakarta menuju Pantura dan Bandung diarahkan ke jalan arteri hingga perjalanan masyarakat menuju arah-arah tersebut harus bertambah dua hingga tiga kali lipat.

 

Sejumlah pengendara kebingungan dengan penutupan pintu masuk gerbang tol Jakarta-Cikampek pada H+3 arus mudik Lebaran 2019 di wilayah Karawang, Jawa Barat, menyusul diterapkannya sistem one way di jalan Tol Jakarta-Cikampek. Sejumlah gerbang masuk tol ditutup karena PT Jasa Marga dan pihak kepolisian menerapkan sistem one way di jalan tol Jakarta-Cikampek, mulai kilometer 70 hingga kilometer 29.

 

Dikutip dari Antara, di gerbang tol Karawang Barat dan Karawang Timur dilaporkan bahwa  pengendara yang akan melintas menuju arah Cikampek tidak bisa masuk jalan tol, karena petugas menerapkan sistem one way. Dengan sistem one way, semua lajur di jalan tol Jakarta-Cikampek hanya satu arah, yakni hanya bisa dilewati pengendara dari arah Cikampek menuju Jakarta.

 

Sedangkan kendaraan dari arah sebaliknya atau dari arah Jakarta menuju Cikampek dialihkan ke jalan arteri Bekasi-Karawang. "Sempat bingung juga, jalan tol sampai ditutup," kata Adul, seorang pengemudi dari Cikarang yang mengaku akan ke Indramayu, saat ditemui di Karawang.

 

Ia mengaku bingung jika diarahkan ke jalan arteri, karena sudah terbiasa lewat jalan tol saat akan ke Indramayu. Jika melewati jalan arteri, katanya, arus lalu lintas sering macet, sebab banyak pertigaan.

 

Baca:

 

Pengendara lainnya, Hasan, juga bingung dengan ditutupnya gerbang masuk jalan tol Jakarta-Cikampek. "Kita ingin cepat sampai, jadi memilih jalan tol. Tapi jalan tolnya ditutup," kata dia. 

 

Terpisah, untuk mengantisipasi prediksi penumpukan kendaraan yang ada di beberapa gerbang tol, Kementerian Perhubungan telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan Korlantas Polri untuk membuka atau membebaskan gerbang tol selama 15 menit hingga 30 menit apabila terjadi antrian kendaraan lebih dari 3 KM.

 

"Ada indikasi beberapa di gerbang itu akan ada penumpukan. Kemungkinan di Palimanan dan di Cikampek. Kami sudah diskusi dengan Pak Menteri PUPR juga dengan Korlantas, kita sudah putuskan kalau ada antrian lebih dari 3 KM, kita akan lepaskan atau bebaskan dalam waktu 15 menit atau setengah jam, setelah itu baru dikenakan lagi," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dikutip dari laman resmi Kemenhub.

 

Selain memberlakukan pembebasan gerbang tol, beberapa rekayasa juga akan diberlakukan seperti menutup beberapa titik pintu masuk ruas jalan tol, serta menertibkan penumpukan yang berada di rest area. Selain itu, Menhub Budi mengimbau kepada masayarakat agar tetap berhati-hati dalam berlalu lintas pada saat arus balik, dikarenakan kondisi fisik tidak seprima saat berangkat ke kampung halaman.

 

“Ada beberapa faktor juga yang dapat menurunkan konsentrasi selain kondisi fisik yaitu sudah kurangnya perbekalan, euforia sudah berkurang dan ingin segera sampai rumah dan beristirahat untuk memulai aktivitas rutin kembali,” pungkasnya. (ANT)

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua