Rabu, 15 Januari 2020

Inilah Besaran Gaji In House Counsel Indonesia Tahun 2019 dan Proyeksi 2020

Bersaing ketat dengan gaji corporate lawyer. Namun pengalaman bekerja di law firm menjadi nilai tambah penting untuk sukses berkarier in house counsel.
Norman Edwin Elnizar
Ilustrasi gaji in house counsel. Ilustrator: HGW

Besarnya gaji in house counsel kerap dibandingkan dengan besaran yang diterima lawyer di firma hukum. “Salary Survey  2020- Greater China & South East Asia” oleh Robert Walters merilis besar gaji Legal Director/General Counsel mencapai Rp2,2miliar per tahun. Sementara gaji posisi terendah sebagai Legal Officer setara dengan yang diperoleh associate di law firm sebesar Rp29juta per bulan.

 

Robert Walters menganalisis 3000 kandidat yang pernah mereka tempatkan secara kualitatif. Data yang digunakan adalah hasil penempatan permanen dan disiplin perekrutan selama tahun 2019. Survei tersebut juga membuat prediksi besaran gaji di tahun 2020.

 

Albertus Pratama, konsultan Robert Walters menjelaskan bahwa profesional pemula dari fresh graduate tidak termasuk dalam hasil riset ini. Sebagian besar kandidat kami memiliki 5-20 tahun pengalaman bekerja,” jelas pria yang biasa disapa Albert ini kepada hukumonline.

 

Perusahaan jasa konsultan rekrutmen eksekutif ini menangani pencarian dan penempatan kandidat profesional berdasarkan permintaan klien. Mereka diandalkan khusus menemukan kandidat dengan kualifikasi tinggi. Hanya kandidat profesional berpengalaman yang akan masuk dalam daftar mereka.

 

Ada tiga sektor industri dengan permintaan tertinggi terhadap kandidat in house counsel selama 2019. Permintaan dari ketiga sektor ini diprediksi masih tinggi pada 2020. Masing-masing adalah online/digital start-ups, fintech, dan energy  & infrastructure. “Online atau digital start-ups ini sedang menjamur, untuk fintech juga sudah banyak yang terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan –red), sedangkan yang ketiga berkembang sejalan fokus kebijakan pemerintah,” Albert menjelaskan.

 

(Baca juga: Besaran Gaji Corporate Lawyer Indonesia Tahun 2019 dan Proyeksi 2020)

 

Robert Walters memiliki data yang menjangkau gaji in house counsel mulai dari posisi Legal Officer/Compliance Officer/Corporate Secretary Officer hingga yang tertinggi Legal Director/General Counsel. Survei ini fokus pada individu profesional alih-alih ukuran besarnya perusahaan. Misalnya perusahaan A dengan 200 pegawai dan B dengan 1000 pegawai, apakah di A gajinya akan lebih besar? Tidak selalu,” ujar Albert.

 

Situasi politik yang diprediksi cenderung cooling down pada tahun 2020 diprediksi akan mempengaruhi perusahaan dalam perekrutan.Dengan situasi politik yang lebih baik mungkin klien perusahaan akan lebih berani merekrut profesional,” Albert menambahkan.

 

Mereka menemukan bahwa faktor tertinggi perpindahan kerja para in house counsel bukan disebabkan gaji lebih besar. “Hampir setiap kandidat yang saya tangani selalu bertanya peluang pengembangan karier ke luar negeri. Baik lewat tempat kerja baru atau tugas dinas temporer,” kata Albert.

 

Dengan kata lain, peningkatan karier menjadi faktor utama diikuti mencari peluang bekerja lingkup internasional. Faktor gaji yang lebih besar ada di posisi ketiga dan yang terakhir adalah soal keseimbangan waktu lebih baik dalam kehidupan kerja.

 

Para in house counsel mengaku betah di tempat kerja karena tiga hal utama. Ketiganya adalah bayaran yang kompetitif, keseimbangan dalam kehidupan kerja, dan peluang untuk mengembangkan diri dalam profesi. Berdasarkan responden kami, hanya 27% yang menetap lebih dari dua tahun pada jabatannya sebelum pindah ke perusahaan lain,” Albert menerangkan.

 

(Baca juga: Mengenal Ragam Jenis Layanan Legaltech Sepanjang 2019)

 

Mereka yang tidak mencari pekerjaan baru dan menetap pada jabatannya itu mengharap kenaikan gaji. Sebanyak 70 persen dari mereka yang bertahan mengharapkan kenaikan gaji 7-15 persen per tahun. Sedangkan mereka yang berpindah kerja rata-rata mengharapkan kenaikan gaji 15-21 persen.

 

Meskipun tidak umum, ada juga in house counsel yang ingin pindah kerja ke law firm. Sebagian besar mereka merasa kekurangan pengalaman di company dengan mengerjakan hal yang itu-itu saja,” ujar Albert.

 

Survei ini diakui Albert tidak mencerminkan sepenuhnya dinamika pasar jasa hukum. Ia tidak menampik bahwa sangat mungkin ada ukuran gaji yang lebih besar atau lebih kecil dari hasil survei mereka. “Kenyataannya sangat beragam, survei kami adalah gambaran umum, ungkapnya.

 

 

Tergantung Sektor Industri dan Skala Perusahaan

Presiden Indonesian Corporate Counsel Association (ICCA), Yudhistira Setiawan mengingatkan bahwa persoalan gaji in house counsel tidak bisa ditarik kesimpulan umum. Vice President Corporate Legal & Litigation di PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) ini mengaitkan besaran gaji dengan jenis industri.

 

Perusahaan dengan tren harga komoditas sedang bagus bisa membayar lebih tinggi. Apalagi perusahaan besar dengan segmen pasar yang setia. Pria yang biasa disapa Yudhis ini juga mengaitkan ukuran besar perusahaan dengan kemampuan menggaji. Pun komoditasnya sama, kalau pasar sedang turun pasti perusahaan besar lebih bisa mempertahankan standar gajinya, tidak demikian yang skala menengah,” ujarnya kepada hukumonline.

 

Ketika dibandingkan dengan standar gaji di law firm, Yudhis juga melihatnya sangat relatif. Ada perbedaan beban kerja dan ekspektasi antara lawyering di perusahaan dengan di firma hukum. Budaya kerja yang berkembang di divisi hukum perusahaan dengan di law firm pun diyakini Yudhis punya perbedaan.

 

Bagian legal di perusahaan itu mengerjakan urusan dari hulu sampai hilir, perencanaan sampai eksekusi. Termasuk kalau akhirnya butuh bantuan law firm,” Yudhis menjelaskan. Para in house counsel juga bertugas memeriksa kepatuhan aktivitas bisnis perusahaan terhadap regulasi terkait. Berbeda dengan para para lawyer sebagai penjual jasa.

 

(Baca juga: Disrupsi Teknologi: Rentang Gaji In House dan Corporate Lawyer Naik di 2019)

 

Lawyer mendapatkan distribusi kerja dengan supervisi partner yang lingkupnya sangat beragam. Pekerjaan mereka tergantung pada permintaan klien dan tentunya jumlah klien yang ditangani law firm. Mereka biasa mengerjakan banyak jenis urusan hukum secara bersamaan. Sedangkan beban kerja serta waktu pengerjaannya lebih terukur di perusahaan. Apalagi in house counsel bisa menggunakan jasa law firm untuk urusan pekerjaan tertentu. Hal ini tak berlaku sebaliknya.

 

Keunggulannya memang bisa mengerjakan bermacam-macam dari banyak klien, pengalaman lebih beragam. Kalau in house counsel hanya soal yang itu lagi walau memang lebih kompleks,” kata Yudhi yang pernah berkarier selama sembilan tahun di law firm.

 

Pentingnya Berpengalaman di Firma Hukum

Mengenai divisi hukum perusahaan dengan personel sebanyak mid-size law firm, Yudhi menjelaskan.Semakin besar tim in house counsel maka ada harapan bisa menangani semua urusan hukum perusahaan. Efisiensi menggaji itu dibandingkan dengan biaya retainer law firm,” katanya.

 

Sebagai alumnus law firm yang kini berkarier di perusahaan, ia mengakui rekrutmen in house counsel sering mencari lawyer berpengalaman. Cara itu umumnya dipilih untuk mengurangi ketergantungan pada jasa law firm.  Tapi tetap ada beberapa hal yang tetap membutuhkan bantuan law firm,” jelas Yudhi.

 

Erlangga Gaffar, Wakil Presiden ICCA membenarkan kebutuhan tersebut. Erlangga, yang kini menjabat Senior Legal Counsel PTVale Indonesia Tbk., juga mengawali karier di law firm. Senada dengan Yudhi, ia menyebut tiga alasan law firm tetap dibutuhkan perusahaan. Kami memang tidak bisa tangani, kami bisa tangani tapi tidak sempat, atau karena memang diwajibkan aturan tertentu harus pakai jasa law firm,” Erlangga menjelaskan.

 

Meskipun demikian, Erlangga mengakui tetap ada urusan hukum yang tidak bisa ditangani in house counsel. Terutama berkaitan dengan pengalaman menangani transaksi tertentu. Ia juga membenarkan penjelasan Yudhi soal kecenderungan rekrutmen dari kalangan lawyer firma hukum. Hal itu karena urusan hukum bukan inti dari bisnis di perusahaan. Merekrut orang yang sudah berpengalaman jauh lebih efektif dan efisien. Misalnya perusahaan tambang mau saja rekrut fresh graduate untuk engineer, mereka bisa melatih. Tapi mereka hanya mau tahu beres untuk urusan hukum,” jelasnya. Pengalaman Erlangga bekerja di berbagai perusahaan tambang skala besar memperkuat hal itu.

 

Yudhi dan Erlangga mengakui bahwa berpengalaman lawyering menjadi nilai tambah penting untuk berkarier in house counsel. Pada saat perusahaan perlu menyewa jasa law firm, mereka bisa lebih memahami cara kerja law firm. Hal itu sangat membantu dalam supervisi pengerjaan proyek. Juga lebih paham soal budget yang digunakan oleh law firm,” Erlangga menambahkan. Referensi law firm untuk mitra kerja sama pun bisa lebih banyak karena pernah bergaul dengan rekan-rekan sejawat.

 

Erlangga menyebut pengalaman lima tahun di law firm menjadi waktu yang tepat beralih ke perusahaan. Biasanya diharapkan minimal 2-3 tahun berpengalaman lawyering, tapi ini tidak baku,” katanya.

 

Umumnya, tidak ada keharusan in house counsel memiliki lisensi advokat karena urusan litigasi mewakili perusahaan tidak selalu dibutuhkan. Namun jika sudah berstatus advokat tetap menjadi nilai tambah lain. Kombinasi pengalaman dan kompetensi menjadi hal yang perlu dipersiapkan untuk menjadi in house counsel bergaji tinggi.

 

Terlepas soal gaji, Erlangga dan Yudhi sepakat pengalaman di firma hukum menunjang karier mereka. Ada banyak kesempatan belajar urusan hukum dan transaksi yang lebih beragam. Pengalaman itu menambah posisi tawar mereka saat menjadi in house counsel. Apalagi jika di law firm sempat memiliki spesialisasi menangani bidang industri tertentu.

 

Pada akhirnya, yang perlu menjadin perhatian adalah portofolio yang terbukti dari kandidat in house counsel. Kalau saya lebih senang merekrut yang bisa kerja, yang penting dia bisa bertanggung jawab sebagai individu dan bersama tim,” Yudhi menambahkan.

 

Kepribadian yang baik menjadi hal yang dipertimbangkan Yudhi selain kompetensi dan pengalaman. Kalau baru interview sudah sok tahu karena kompetensi dan pengalamannya, lebih baik menerima yang lugu tapi siap belajar dan bekerja sama,” katanya.

 

Berkaitan dengan gaji ini, ada tips yang tampaknya sama-sama berlaku baik sebagai corporate lawyer maupun in house counsel. Andre Rahadian Partner dari firma hukum Dentons HPRP mengatakan, Gaji mengikuti keahlian. Jadi, kejar dulu keahlian, posisi tawar jadi makin tinggi”.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua