Jumat, 10 Juli 2020

Inilah Tren Baru dan Pembeda bagi Penyedia Jasa Hukum Indonesia

Bertambahnya jumlah pengacara di Indonesia menjadikan pasar advokasi hukum jadi lebih kompetitif. Mau tidak mau, setiap pengacara harus terus berinovasi dan mencari faktor pembeda dari yang lain.
CT-CAT

Perkembangan industri jasa hukum di Indonesia telah mengubah bagaimana layanan hukum diberikan. Bertambahnya jumlah pengacara di Indonesia menjadikan pasar advokasi hukum jadi lebih kompetitif. Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) yang diketuai Fauzie Y. Hasibuan, misalnya. Per akhir 2019, Peradi tercatat telah memiliki 35.504 advokat. Akibatnya, mau tidak mau, setiap pengacara harus terus berinovasi dan mencari faktor pembeda dari yang lain.

 

Semakin banyaknya jumlah pengacara di Indonesia, beberapa di antaranya memutuskan untuk mengambil langkah-langkah yang membedakan dirinya demi mendapatkan klien. Dua di antaranya, yakni:

 

1. Beralih ke profesi baru, dari konsultan hukum menjadi penerjemah hukum, notaris, atau konsultan pendirian dan perizinan usaha.

Profesi-profesi seperti penerjemah, notaris atau konsultan perusahaan merupakan profesi yang menunjang advokasi hukum yang biasanya diberikan oleh pengacara. Dalam memberikan layanan, pengacara-pengacara ini menggunakan pengalaman dan koneksinya untuk membangun keunggulan kompetitif di profesi mereka. Pengalaman dan koneksi ini membantu mereka dalam mengakomodasi kebutuhan klien-klien mereka lebih baik.

 

2. Pindah dari Jakarta yang penuh dengan pengacara ke kota besar lain yang segmen pasarnya lebih lowong.

Beberapa pengacara lain memutuskan untuk mencari segmen pasar yang lebih lowong dengan pindah dari Jakarta ke kota-kota besar lainnya di Indonesia. Banyak dari mereka yang menjadi perpanjangan tangan dari pengacara-pengacara dan klien-klien di Jakarta karena kepercayaan yang sudah dibangun selama mereka bekerja di Jakarta.

 

Penyedia Layanan Penunjang Jasa Hukum

Pengacara-pengacara yang beralih profesi atau berpindah kota ini banyak dicari oleh klien. Namun, biasanya para klien hanya berhasil menemukan mereka setelah lama mencari melalui informasi mulut ke mulut. Perkembangan teknologi telah mempermudah proses pencarian ini. Justika, anak perusahaan Hukumonline, telah mengembangkan sebuah platform yang mempermudah klien mendapatkan sejumlah penawaran dari penyedia jasa hukum berkualitas dalam waktu singkat.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua