Kamis, 16 July 2020

Mencari Model Bisnis dan Pola Baru Rekrutmen Law Firm di Era Disrupsi Plus Pandemi

Desakan kemajuan teknologi sekaligus wabah penyakit Covid-19. Solusi berbasis teknologi tidak bisa dihindari.
Normand Edwin Elnizar
(Searah jarum jam para pendiri hukumonline: Arief T Surowidjojo, Ibrahim Sjarief Assegaf, Ahmad Fikri Assegaf; dan Interim CEO Hukumonline Arkka Dhiratama

Gelombang disrupsi digital kian cepat. Bahkan pandemi Covid-19 ikut mempercepat disrupsi yang terjadi. Tentu saja yang dimaksud adalah disrupsi terkait teknologi. Bidang hukum termasuk yang tidak bisa mengelak darinya. Dampaknya akan mempengaruhi hingga model bisnis dan pola rekrutmen lawyer yang biasa digunakan law firm. “Cepat atau lambat kita harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi,” kata Ibrahim Sjarief Assegaf, mantan Pemimpin Redaksi Hukumonline.com yang kini berkarier corporate lawyer.

Pria yang akrab disapa Baim ini hadir bersama para pendiri Hukumonline lainnya dalam webinar berjudul ‘Peran Hukum dan Profesi Hukum dalam Dinamika Perubahan yang Disruptif’, Rabu(15/7). Ia ikut membangun Hukumonline sejak didirikan 20 tahun lalu.

Baim menyebut ada tiga kategori pekerjaan yang ditangani profesi jasa hukum. Pertama adalah melakukan riset serta analisis untuk menentukan aspek hukum apa yang dihadapi klien. Kedua, memberikan solusi hukum berdasarkan fakta dalam situasi klien. Ketiga, membuat dokumen atau melakukan tindakan-tindakan yang mewakili kepentingan klien. Misalnya menyusun kontrak, negosiasi, hingga litigasi penyelesaian sengketa.

“Disrupsi yang pertama dan utama adalah informasi hukum yang tersebar di internet. Tetapi menurut saya tidak akan menghilangkan peran lawyer yang relatif lebih tahu bagaimana menangani urusan hukum,” ujar Partner di Assegaf Hamzah & Partner (AHP) ini.

(Baca juga: Disrupsi Teknologi, Masa Depan Lawyer Indonesia Masih Cerah).

Teknologi mungkin hanya akan menggantikan pekerjaan yang bersifat administratif, repetitif, dan sederhana. Selebihnya akan tetap membutuhkan kehadiran profesi hukum. Hanya saja Ibrahim mengakui disrupsi digital tetap berdampak signifikan. “Mengubah cara kita bekerja memberikan jasa hukum dan fokus profesi kita,” Ibrahim menambahkan.

Law firm sebagai sebuah bisnis mau tidak mau harus menyesuaikan pula cara menjalankan bisnisnya. Termasuk dalam merekrut calon lawyer mereka. Ini berdampak kepada calon lawyer. Ada keterampilan dan pengetahuan baru yang harus dikuasai untuk diterima bekerja di law firm.

Para calon lawyer perlu mencermati bidang-bidang hukum baru yang bermunculan bersamaan dengan disrupsi digital. Termasuk memahami cara kerja ekosistem bisnis digital. “Kepentingan law firm, terutama yang besar, untuk merekrut orang terbaik tidak akan pernah berhenti,” kata Arief Tarunakarya Surowidjojo, co-founder Hukumonline dan firma hukum Lubis Ganie Surowidjojo (LGS).

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua