Utama

Ramai Komplain Nasabah, Urgensi Memahami Profil dan Risiko Asuransi Unit Link

Konsumen sebaiknya memilih asuransi unit link yang terdaftar dan diawasi OJK dan harus memahami kebutuhan dan kemampuan dalam memilih produk asuransi unit link.
Oleh:
Mochamad Januar Rizki
Bacaan 3 Menit

OJK menyampaikan pengaduan nasabah unit link terbanyak sehubungan mis-selling atau kecurangan penjualan produk asuransi. Sehingga, konsumen merasa produk yang digunakan tidak sesuai harapan dan kebutuhannya. Kondisi tersebut terjadi karena konsumen tidak memahami produk yang digunakan dan cara penawaran dari penjual yang tidak baik. Sehingga, konsumen harus memanfaatkan haknya untuk mendapatkan penjelasan secara detil dari agen atau pihak yang menawarkannya.

Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot melalui keterangan resminya menyarankan konsumen agar memilih asuransi unit link yang terdaftar dan diawasi OJK. Kemudian, konsumen juga memahami kebutuhan dan kemampuan dalam memilih produk asuransi unit link.  

“Untuk mendapatkan manfaat proteksi, pemegang polis dikenakan biaya sesuai dengan jenis proteksi yang dipilih. Biaya tersebut akan mengurangi porsi investasi yang dapat dinikmati pemegang polis. Apabila proteksi yang dipilih nasabah beragam maka biaya asuransi yang dibebankan semakin besar dan akibatnya porsi yang dapat diiinvestasikan makin kecil,” jelas Sekar.

Kemudian, konsumen harus menggunakan agen pemasaran bersertifikat khusus dari AAJI atau pialang asuransi. Perlu diingat, asuransi bukan multi-level marketing (MLM) dan nasabah bukan agen pemasaran. Sehingga, konsumen harus waspada iming-iming komisi besar. Selain itu, konsumen perlu mengevaluasi secara berkala kebutuhan proteksi dan investasi. Bila diperlukan konsumen dapat mengubah jenis proteksi dan pilihan investasi.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Togar Pasaribu mengatakan bahwa calon nasabah harus memahami produk asuransi yang akan dibeli. Selain itu, juga memastikan kesesuaian produk tersebut dengan kebutuhan. "Saya sering bilang, kalau boleh tuh kita 'secerewet-cerewetnya'. Karena ini uang Anda, untuk masa depan keuangan Anda, untuk keluarga yang lebih baik," imbuh Togar seperti dikutip dari Antara.

Togar juga mengingatkan calon nasabah untuk wajib membaca ringkasan informasi produk dan layanan saat akan membeli produk asuransi. "Kira juga harus membaca dan memahami seluruh manfaat dan risiko produk yang terdapat pada polis," pungkasnya.

Berita Terkait