Kesepadanan DPR dan Presiden dalam Pembahasan DIM RUU

Kesepadanan DPR dan Presiden dalam Pembahasan DIM RUU

Moch. Dani Pratama Huzaini
Inggris dengan Westminster System memberikan kesempatan kepada fraksi memainkan peran strategis dalam mengarahkan sikap anggota. Namun keputusan pembahasan tetap melalui House of Commons sebagai lembaga.
Kesepadanan DPR dan Presiden dalam Pembahasan DIM RUU
Hukumonline

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) beberapa waktu ini terus menjadi sorotan. Beberapa poin yang menjadi perhatian publik misalnya kinerja legislasi yang minim, komponen tunjangan perumahan yang besar, sampai joget spontan anggota DPR dalam sidang tahunan MPR yang dirasa minim simpati terhadap kondisi Masyarakat pada umumnya.

Khusus kinerja legislasi, DPR dinilai lamban dalam menghasilkan undang-undang prioritas. Terutama yang lama dinanti publik. Dari aspek proses, pembentukan undang-undang mengacu pada Pasal 20 ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia 1945, yang menyatakan “Setiap Rancangan Undang-Undang dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama”.

Dalam praktiknya, Daftar Inventaris Masalah (DIM) menjadi instrumen utama dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU). Namun, kerap kali DIM yang digunakan adalah hasil kompilasi sikap fraksi-fraksi di DPR, bukan sikap resmi DPR sebagai lembaga negara. Hal ini menimbulkan pertanyaan mendasar, apakah praktik tersebut selaras dengan prinsip kesepadanan antarlembaga negara dalam sistem presidensial Indonesia?

...kerap kali DIM yang digunakan adalah hasil kompilasi sikap fraksi-fraksi di DPR, bukan sikap resmi DPR sebagai lembaga negara

Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

Masuk ke akun Anda atau berlangganan untuk mengakses Premium Stories
Premium Stories Professional

Segera masuk ke akun Anda atau berlangganan sekarang untuk Dapatkan Akses Tak Terbatas Premium Stories Hukumonline! Referensi Praktis Profesional Hukum

Premium Stories Professional
2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info