Selasa, 20 Desember 2011
Agar Tak Tersesat Ketika Mengajukan Kredit
Terilhami dari kisah sahabat yang bingung ketika ingin mengajukan kredit ke bank.
DK/Klinik
Dibaca: 6228 Tanggapan: 1
Agar Tak Tersesat Ketika Mengajukan Kredit
Irma Devita Purnamasari meluncurkan buku keempat. Foto: Rzk

Pada penghujung tahun 2011 ini, praktisi hukum Irma Devita Purnamasari tampaknya ingin memberikan kado spesial bagi para peminat literatur hukum. Irma merilis buku berjudul “Kiat-Kiat Cerdas, Mudah, dan Bijak Memahami Masalah Hukum Jaminan Perbankan”. Ini adalah buku keempat Irma yang menjadi bagian dari serial Panduan Hukum Praktis Populer.

 

Tiga karya terdahulu alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini adalah “Kiat-Kiat Cerdas, Mudah, dan Bijak Mengatasi Masalah Hukum Pertanahan (Kaifa, 2010)”, “Kiat-Kiat Cerdas, Mudah, dan Bijak Mendirikan Badan Usaha (Kaifa, 2010)”, dan “Kiat-Kiat Cerdas, Mudah, dan Bijak Memahami Masalah Akad Syariah (Kaifa, 2011)

 

Simak resensi dari ketiga buku tersebut dalam artikel Dua Panduan Hukum ala Irma Devita dan Panduan Lengkap Memahami Akad Syariah.

 

Seperti Panduan Hukum Praktis Populer sebelumnya, buku ini ditulis sengaja dengan gaya dan penjelasan bercerita (narasi). Menurut Irma, berdasarkan pengalamannya mengajar dan memberikan pelatihan selama ini, suatu penjelasan akan lebih mudah dicerna apabila dikemas dalam bentuk cerita karena pada dasarnya, siapa saja, baik itu anak-anak maupun dewasa, suka sekali mendengarkan dongeng. Irma mengutip adagium yang pernah diucapkan oleh Kenneth Blanchard, The best way to teach people is by telling a story.

 

Buku ini sebenarnya lahir dari diskusi kecil Irma dengan seorang sahabat masa kecilnya, bernama Yenni. Kepada Irma, Yenni mengaku sangat butuh dana untuk membiayai sebuah proyek besar. Opsi yang terpikir oleh Yenni adalah meminjam uang dari bank, tetapi prosedurnya tidak mudah dan Yenni diminta memberikan jaminan berupa tanah dan bangunan. Yenni mengaku bingung kenapa jaminan yang diminta bank harus berupa tanah dan bangunan.

 

Dari kisah Yenni, Irma pun terilhami untuk menyusun buku tentang seluk-beluk hukum jaminan perbankan. Tujuannya, sebagaimana dituturkan Irma dalam Bab Pendahuluan, agar masyarakat, praktisi perbankan, dan praktisi hukum yang bergelut di bidang perbankan memahami problematika seputar pemberian jaminan kredit dalam praktik perbankan.   

 

Judul

:

Kiat-Kiat Cerdas, Mudah, dan Bijak Memahami Masalah Hukum Jaminan Perbankan

Penulis

:

Irma Devita Purnamasari, S.H., M.Kn.

Penerbit

:

Kaifa, Bandung

Tahun

:

2011

Total Halaman

:

xvi + 214

 

Seolah-olah bertutur kepada Yenni atau orang yang memiliki masalah yang sama, Irma memang memaparkan secara gamblang tentang berbagai aspek hukum jaminan perbankan. Mulai dari pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti mengapa bank meminta jaminan dari debitur, apa itu konsep jaminan dan jenis-jenis kredit seperti apa saja yang disalurkan oleh bank secara umum. Lalu, dipaparkan pula tentang bentuk-bentuk jaminan seperti hak tanggungan, jaminan fidusia, hipotek, gadai, jaminan perseorangan dan alternatif pengganti jaminan dalam praktik.

 

Tidak lupa, Irma juga menyinggung tentang perbankan syariah, khususnya tentang konsep penyaluran dana (funding) dan konsep jasa (fee based income), penyaluran dana dari bank syariah dilakukan melalui konsep yang berbeda dengan perbankan konvensional. Selain itu, Irma juga memberikan rambu-rambu yang harus diperhatikan oleh para praktisi hukum antara lain dalam hal pembebanan hak tanggungan, pembebanan jaminan hipotek pada kapal dan dalam pemberian gadai saham. Hal ini tidak umum dilakukan oleh penulis lain, sehingga menjadi nilai positif untuk buku Irma yang satu ini.

 

Pada bagian akhir buku ini Irma juga memberikan contoh kasus pemberian jaminan sehubungan dengan pembiayaan proyek pembangunan BOT dan Proyek Jalan Tol. Terhadap kasus yang diceritakan, Irma memberikan penjelasan secara detail skema pembiayaan untuk kasus tersebut sehingga mempermudah pembaca untuk memahami penerapan konsep-konsep dalam hukum jaminan perbankan. Tidak hanya itu, Irma juga memberikan tabel perbandingan berbagai bentuk jaminan kebendaan. Hal ini semakin memperjelas pembedaan konsep-konsep jaminan yang ada.

 

Dalam buku ini memang akan ditemui banyak istilah yang tidak familiar dan tidak mudah dipahami seperti beding, escrow account, dan beberapa istilah asing lain. Untuk itu, buku ini dilengkapi dengan daftar istilah hukum jaminan perbankan agar memudahkan pembaca memahami istilah-istilah yang digunakan. Buku ini menjadi semakin istimewa karena dilengkapi dengan berbagai bagan dan skema antara lain jenis-jenis kredit dan penyaluran dana perbankan baik pada bank konvensional maupun pada bank syariah dan skema bentuk-bentuk jaminan.

 

Sebagai referensi yang praktis dan populer, karya Irma yang cetakannya didominasi warna ungu ini memang layak dibaca. Materi yang disampaikan cukup padat dan mudah dipahami untuk kemudian diterapkan. Dengan gaya bertutur yang khas, buku ini membuat hukum jaminan menjadi mudah dipahami oleh semua orang bahkan yang awam hukum.

 

Selamat membaca!

melakukan ml anak pelajar
 - joni
06.01.12 19:25
assalammualaiku,aku ingin mengetahui tentang seorang pelajar dan melakukan M.L tapi tdk sampai hamil perempuan nya,apakah si cowok nya bisa di laporkan ke polisi ? krn s cowok dah tidak suka lagi ma ceweknya alias meninggalkannya.trims
NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.