Perkembangan hukum di Indonesia yang cepat menuntut para praktisi untuk terus beradaptasi dan memperluas cakrawala keilmuan. Namun, menyeimbangkan ketajaman seorang advokat dalam dunia praktik dan kedalaman pemikiran secara akademis tidaklah mudah. Agnes Harvelian menjadi salah satu sosok yang mewakili era advokat modern saat ini, seorang advokat muda yang dinamis sekaligus penjaga marwah akademisi yang konsisten.
Passion-nya di dunia advokat dilengkapi dengan pengalaman hampir 10 tahun sebagai akademisi di IBLAM School of Law. Agnes tidak hanya berfokus pada kemenangan di meja hijau, tetapi juga pada bagaimana setiap langkah hukum yang diambil memiliki landasan teoretis yang kokoh. Bagi Agnes, setiap kasus—terutama yang berkaitan dengan kompleksitas hukum perbankan dan kepailitan—adalah sebuah studi kasus hidup yang memerlukan ketajaman untuk menemukan solusi yang presisi.
Kepemimpinan Strategis di Djakarta & Co. Law Firm
Sebagai Partner di Djakarta & Co. Law Firm, gelar Doktor Ilmu Hukum (S3) yang diraihnya dari Universitas Brawijaya menjadi bukti bahwa kepemimpinan perempuan dalam industri hukum bukan sekedar representasi, melainkan tentang kompetensi strategis, ketangguhan mental, dan visi yang transformatif. Di bawah arahannya, firma ini telah menangani berbagai kasus kompleks mulai dari sengketa perbankan, kepailitan, PKPU dan berbagai masalah korporasi lainnya.
Dunia praktik hukum yang seringkali didominasi oleh pendekatan konvensional, Agnes muncul dengan gaya kepemimpinan yang mengkombinasikan ketegasan litigasi dengan kecanggihan strategi korporasi. Perempuan yang telah menerbitkan dua buku hukum ini, banyak dipercaya oleh berbagai Badan Usaha Milik Negara dan Daerah serta berbagai korporasi yang tersebar di wilayah Indonesia untuk menjadi konsultan hukum dalam berbagai permasalahan hukum korporasi yang kompleks.
"Hukum adalah sesuatu yang hidup. Jika seorang praktisi berhenti belajar, maka pada saat itu juga ia mulai kehilangan relevansinya dalam membela keadilan," ujar Agnes yang ditemui di sela-sela aktivitasnya sebagai seorang narasumber di salah satu acara pelatihan.
Kontribusi pada Ekosistem Hukum Nasional
Lulusan Master Hukum dari Far Eastern Federal University, Vladivostok, Russia ini percaya bahwa menjadi seorang advokat hebat adalah mereka yang mampu berdampak untuk kemajuan sistem hukum nasional. Spesialisasi penanganan hukum perbankan melihat bahwa perjanjian kredit bukan hanya sebagai dokumen formal, tapi sebagai instrumen eksekusi. Klausul mengenai cidera janji (event of default) harus presisi agar ketika terjadi Non Performing Loan, proses likuidasi atau eksekusi hak tanggungan tidak terhambat oleh celah prosedural. Di tengah pengawasan ketat OJK, advokat memastikan bank tidak hanya patuh secara administratif, tetapi juga terlindungi dari risiko tuntutan pidana perbankan atau gugatan perdata dari nasabah/debitur.
Dalam praktik hukum di Djakarta & Co. Law Firm, penanganan perkara Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif, mengombinasikan ketajaman litigasi dengan strategi restrukturisasi bisnis yang taktis. Pernah menjadi Presiden BEM Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman, membuatnya memiliki karakter kepemimpinan yang tangguh dan kemampuan negosiasi yang tajam sejak usia muda. Pengalaman tersebut membentuk fondasi bagi dirinya untuk mampu mengelola berbagai kepentingan pemangku kepentingan (stakeholders) yang berbeda.
















