Tiyana Sigi Pertiwi: Mengikuti Arus Bukan Berarti Hanyut, Seni Berpikir Strategis dalam Hukum Maritim
HUKUMONLINE NEXGEN LAWYERS 2026

Tiyana Sigi Pertiwi: Mengikuti Arus Bukan Berarti Hanyut, Seni Berpikir Strategis dalam Hukum Maritim

Peran Tiyana sebagai Knowledge Lawyer di AP melampaui sekadar jabatan. Di Legal Lab sektor Ocean-Maritim, ia di garis depan perkembangan hukum maritim dan pelayaran, sekaligus menerjemahkannya menjadi pengetahuan yang aplikatif bagi firma dan klien. Ia juga aktif sebagai peneliti hukum di GISLI, NGO dan think tank yang berfokus pada keselamatan maritim.

Tim Hukumonline
Bacaan 5 Menit
Knowledge Lawyer Anggraeni and Partners, Tiyana Sigi Pertiwi. Foto: Istimewa
Knowledge Lawyer Anggraeni and Partners, Tiyana Sigi Pertiwi. Foto: Istimewa

Di Anggraeni and Partners (AP), sebuah kantor hukum butik di Indonesia, Tiyana Sigi Pertiwi menempati peran sebagai Knowledge Lawyer sekaligus kepala tim riset Legal Lab. Perempuan biasa disapa Tiyana atau Sigi itu menangani bidang Ocean–Maritime Climate, dengan spesialisasi hukum maritim dan pelayaran.

Meski baru bergabung sekitar satu tahun, kontribusinya sudah terasa signifikan dalam penguatan riset dan pengembangan pengetahuan hukum di firma tersebut. Namun, untuk memahami perannya, penting menengok proses panjang di balik pembentukan kompetensinya bagaimana ia mempersiapkan diri secara cermat sebelum akhirnya masuk ke ruang kerja hukum yang sangat teknis dan spesifik.

Sepanjang kariernya, Tiyana tinggal, menempuh pendidikan, dan bekerja di berbagai kota dan negara, termasuk Jakarta, Wellington, Beijing, Southampton, dan Osaka. Perpindahan tersebut didorong oleh rasa ingin tahu yang konsisten terhadap sistem hukum, budaya, dan lingkungan profesional yang berbeda. Saat tidak memungkinkan bepergian, ia mengeksplorasi perspektif serupa melalui buku, pembelajaran bahasa asing, dan berbagai media yang memperluas wawasan intelektualnya.

Keputusannya menempuh studi hukum maritim pascasarjana di negara ber-yurisdiksi common law, setelah Tiyana merampungkan pendidikan sarjana hukum dengan latar civil law di Universitas Indonesia. Baginya belajar bukan sebuah kewajiban, tapi dorongan untuk memahami perspektif hukum di belahan dunia. Kualitas penting bagi seorang ahli hukum berupa kemampuan membaca dan memahami persoalan tanpa asumsi untuk melayani klien.

Perspektif luas tersebut tercermin dalam seluruh pekerjaannya di AP. Ia memahami realitas hukum dapat dipersepsikan berbeda oleh setiap pihak, pemilik kapal Jepang, pejabat kepatuhan Indonesia, maupun penjamin asuransi laut Eropa dan mampu menyesuaikan pendekatan tanpa mengurangi ketepatan analisis.

Bagi pengacara perempuan muda yang memilih hukum maritim sebagai spesialisasi di negara kepulauan dengan 17.000 pulau, keterkaitan tersebut terasa bukan kebetulan, melainkan benang merah yang memang telah ada sejak awal.

Peran Tiyana sebagai Knowledge Lawyer di AP melampaui definisi jabatan. Dalam Legal Lab sektor Ocean-Maritim, ia berkontribusi menjaga AP tetap berada di garis depan perkembangan hukum maritim dan pelayaran, sekaligus menerjemahkannya menjadi basis pengetahuan yang dapat digunakan oleh firma dan klien.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info