Begini Peta Sebaran Responden Kantor Hukum dalam Top 100 Indonesian Law Firms 2026
Utama

Begini Peta Sebaran Responden Kantor Hukum dalam Top 100 Indonesian Law Firms 2026

Tahun ini, sebanyak 246 kantor hukum dari berbagai provinsi di Indonesia tercatat sebagai partisipan resmi dalam proses pemeringkatan.

Hanifah Dwi Jayanti
Bacaan 3 Menit

Katon menjelaskan, proses pengumpulan data dilakukan lebih dari satu bulan, dimulai pada 5 Februari hingga 13 Maret 2026. Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan proses validasi dan verifikasi data yang dilakukan secara ketat terhadap para responden yang dipilih secara acak dan selektif guna menjamin akurasi hasil pemeringkatan.

Dari total partisipan, kantor hukum dengan layanan full service masih mendominasi dengan porsi mencapai 77 persen atau sekitar 190 kantor hukum. Sementara itu, kantor hukum non-litigasi tercatat sebesar 14 persen dan litigasi 9 persen atau sekitar 23 kantor hukum.

Menurut Katon, dominasi kantor hukum full service terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, terdapat sejumlah kantor hukum yang sebelumnya berfokus pada layanan litigasi kini bertransformasi menjadi full service law firm.

Selain itu, partisipasi tahun ini juga didominasi kantor hukum yang berdiri pada periode tahun 2011 hingga 2020 atau belum mencapai usia 20 tahun. Meski demikian, sejumlah kantor hukum senior yang telah berdiri lebih dari dua dekade juga tetap berpartisipasi.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Hukumonline memperluas cakupan penghargaan menjadi 20 kategori, meningkat dari 17 kategori pada tahun sebelumnya. Dua kategori baru yang diperkenalkan meliputi Managing Partner of The Year – Mid Size Law Firm dan Managing Partner of The Year – Large Law Firm.

Katon menambahkan, proses pemeringkatan juga melibatkan dewan juri, khususnya untuk kategori yang memerlukan penilaian kualitatif seperti riwayat perkara, penanganan kasus, inovasi branding kantor hukum, hingga aspek kepemimpinan dari Managing Partner.

“Pemeringkatan kantor hukum melibatkan Dewan Juri untuk memberikan penilaian, khususnya pada kategori yang melibatkan data kualitatif, seperti deskripsi riwayat perkara atau kasus yang ditangani oleh kantor hukum dan inovasi konstruksi citra atau branding kantor hukum, serta aspek kepemimpinan dari Managing Partner,” katanya.

Ia menegaskan, keputusan akhir untuk sejumlah kategori penghargaan ditentukan oleh para juri yang merupakan pakar dan profesional sesuai bidang masing-masing kategori.

Adapun ajang ini menjadi wadah penghargaan bagi pelaku jasa hukum, serta mencerminkan dinamika dan perkembangan industri hukum di Tanah Air. Melalui pemeringkatan ini, Hukumonline berharap dapat mendorong peningkatan mutu layanan hukum sekaligus memacu inovasi kantor hukum dalam menjalankan praktik profesionalnya.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info