BI Dorong Bank Digitalisasi Layanan Perbankan
BI Dorong Bank Digitalisasi Layanan Perbankan
Berita

BI Dorong Bank Digitalisasi Layanan Perbankan

Menjadi kebutuhan di masa pandemi.

Oleh:
M. Agus Yozami
Bacaan 3 Menit
Foto: RES
Foto: RES

Bank Indonesia (BI) mendorong perbankan merealisasikan open banking atau digitalisasi layanan perbankan kepada nasabah secara terbuka agar bisnisnya tidak ketinggalan karena kini menjadi kebutuhan pada masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Bank yang tidak melakukan digital banking atau open banking tentu saja model bisnisnya akan ketinggalan,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo, seperti dilansir Antara, Selasa (29/9).

Bank sentral sejak Mei 2019 mendorong open banking sebagai bagian Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025. Melalui open banking atau digitalisasi perbankan itu, kata Perry, layanan bank bisa disambungkan dengan platform digital lain, di antaranya perusahaan teknologi keuangan (fintech) hingga perusahaan perdagangan daring atau e-commerce melalui Application Programming Interface (API), sehingga memberikan kemudahan layanan transaksi kepada nasabah.

Perry memaparkan empat aspek yang perlu cermati perbankan dalam mengembangkan open banking, yaitu transformasi infrastruktur teknologi yakni semua sistem layanan perbankan saling terkoneksi misalnya terkait tresuri, kredit, hingga dana yang tersambung dengan data terkait dana, nasabah hingga petugas bank.

Aspek kedua, lanjut dia, membangun gudang data dari berbagai sistem informasi yang dimiliki bank di antaranya meliputi metadata deposan dan debitur. “Apakah metadata itu juga sudah dibangun dengan artificial intelligentbig data analytical, harus dikembangkan untuk mengolah berbagai data sehingga bisa berguna,” imbuhnya. (Baca Juga: Digital Banking Perlu Didukung Modal dan Sistem Keamanan yang Baik)

Selanjutnya, aspek terkait pengembangan model bisnis berdasarkan sistem teknologi informasi dan metadata yang dimiliki bank hingga memberikan layanan interaktif secara daring dengan nasabah. Dengan begitu, semua layanan yang dulunya eksklusif diberikan kepada nasabah tertentu, kini dengan open banking, semua nasabah mendapatkan kesempatan yang sama khususnya layanan bank yang personal.

“Sehingga dulu nasabah harus ke bank buka rekening atau mengajukan kredit, sekarang banyak dilakukan hanya dengan jari melalui gadget. Inilah kenapa pelayanan perbankan meningkat,” katanya.

Tags:

Berita Terkait