Bahkan belakangan, pembangunan di Aceh berjalan lancar sehingga dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Aceh hingga sekarang. Di balik cerita tersebut, Kuntoro menggarisbawahi bahwa di tengah ketidakpastian akan ada jalan jika berusaha dan bekerja cerdas. Ia berharap, meski pandemi Covid-19 menjadi momok menakutkan, namun ia percaya Hukumonline dapat melewatinya jika mau berusaha.
Mimpi Hukumonline
Arief T Surowidjojo yang juga Founding Partners kantor hukum Lubis Ganie Surowidjojo (LGS) ini mengatakan, seluruh personel Hukumonline ke depan mesti membangun dan mengembangkan wawasan yang lebih canggih dan futuristik. Hal ini semata-mata agar mampu menyerap penggunaan teknologi sehingga menjadi kawah chandradimuka bagi para pencari informasi hukum di Indonesia.
"Tren saat ini dan ke depan yang akan dihadapi oleh legal tech companies akan sangat berhubungan dengan artificial intelegence, document automation, electric dan digital signatures, cloud computing, virtual law firms, virtual communications, blockchain terutama untuk smart contract, virtual legal assistants, virtual corporate secretary dan administrative function, automated risk management, privacy security, virtual litigation, information governance, dan sebagainya," kata Arief.
Ia memperkirakan, dalam waktu kurang dari 10 tahun, sekitar sedikitnya 30% dari legal works dari lawyers, baik dari law firms, birokrasi, lembaga negara, dan swasta, akan dilakukan dengan bantuan Artificial Intellegence. "Itulah yang akan kita lakukan dan fokuskan ke depan. Bukan tidak mungkin bahwa nanti sebagian dari pekerjaan kita akan kita lakukan dengan peran baru sebagai suatu virtual law firm," katanya.
Ia percaya, jika semangat pengembangan wawasan tersebut dengan mengadopsi teknologi, maka ke depan mimpi Hukumonline sebagai pusat informasi hukum dapat tercapai. "Apa yang saya sebutkan tadi bukan lagi mimpi yang harus dibangun, tetapi sudah ada, hadir, dan terus berkembang dengan cepat di sekitar kita, dan sekarang ini.
Hukumonline dan afiliasinya mempunyai kesempatan besar sekali untuk meraih posisi terdepan di Indonesia dalam mengawal proses transformasi besar-besaran ini," tambahnya.
Hal senada juga diutarakan Co-Founder Hukumonline lainnya, Ahmad Fikri Assegaf. Ia berharap semangat untuk terus berkarya terus ada pada setiap keluarga Hukumonline meskipun pandemi Covid-19 masih menghantui Indonesia. Di sisi lain, Fikri juga mengucapkan terima kasih bagi seluruh keluarga besar Hukumonline yang telah memberikan sumbangsihnya untuk kemajuan perusahaan selama ini. "Saya percaya, Hukumonline dapat meraih mimpi seperti yang diutarakan mas Arief tadi," tutup Fikri yang juga Co-Founder kantor hukum Assegaf Hamzah & Partners ini.
















