Clara Anastasia menapaki karier profesionalnya dengan langkah yang tidak instan, melainkan melalui proses panjang yang membentuk ketajaman analisis dan keteguhan prinsipnya di bidang hukum. Perjalanan itu dimulai dari praktik di firma hukum, tempat ia mengasah kemampuan menangani beragam persoalan korporasi yang kompleks.
Dari sana, perempuan yang biasa disapa Anastasia itu terus berkembang, memperluas wawasan sekaligus memperdalam keahlian hingga akhirnya dipercaya mengemban tanggung jawab strategis sebagai Division Head of Corporate Legal di PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSS), bagian dari grup Sinar Mas yang bergerak di sektor energi, infrastruktur digital, dan teknologi, yang merupakan salah satu perusahaan yang masuk dalam Indonesia's top 10 biggest market cap, serta berperan sebagai perusahaan holding yang membawahi berbagai entitas usaha, termasuk PT Golden Energy Mines Tbk.
Ketertarikannya pada dunia hukum tidak berakar dari latar belakang keluarga yang berkecimpung di bidang tersebut. Rasa ingin tahunya yang luas justru membawanya melihat hukum sebagai pintu untuk memahami beragam dinamika. Mulai dari bisnis, kebijakan publik, hingga perkembangan industri dan ekonomi global.
Baginya, hukum bukan sekadar kumpulan aturan, melainkan disiplin ilmu yang berada di persimpangan berbagai sektor, tempat keputusan bisnis, kebijakan, dan inovasi industri saling mempengaruhi. Menghadapi isu hukum kompleks dan keputusan bisnis berdampak besar, Anastasia terbiasa berada di titik temu hukum dan bisnis, serta mencari cara menyatukan beragam perspektif.
Menurut Anastasia, kompleksitas bukan sebagai hambatan, tapi peluang untuk menemukan titik temu antara aturan, strategi, dan inovasi guna merumuskan solusi yang tepat. Fondasi tersebut dibangun sejak studinya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, yang diselesaikan dalam kurun waktu 3,5 tahun.
Selama kuliah, ia aktif mengasah kemampuan advokasi dan menorehkan prestasi gemilang dengan memenangkan berbagai kompetisi hukum, seperti legal opinion, contract drafting, dan moot court, menjadi delegasi Indonesia dalam kompetisi arbitrase komersial bergengsi Willem C. Vis International Commercial Arbitration Moot yang berpuncak di Austria, hingga melatih kepemimpinannya dengan menjadi Vice President Officer dalam penyelenggaraan Business Law Competition FHUI Piala Hafni Sjahruddin, kompetisi hukum bisnis terbesar di Indonesia.
Minatnya pada dinamika hukum global mendorongnya memperluas perspektif lewat berbagai forum internasional. Ia pernah mengikuti program International Commercial Arbitration di University College London (UCL), serta terpilih mewakili Indonesia dalam simposium yang diselenggarakan American Bar Association Rule of Law Initiative (ABA ROLI) terkait isu perlindungan data di Thailand dan Taiwan.
















