Konferensi internasional CTRL+J APAC: Tech and Journalism in the Global South 2025 resmi digelar. Forum internasional ini mempertemukan para pemangku kepentingan media dari kawasan Asia Pasifik untuk membahas tantangan dan peluang penguatan ekosistem media di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).
Board Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Arkka Dhiratara selaku tuan rumah penyelenggara menyampaikan CTRL+J APAC tersebut merupakan wadah kolaborasi dan pertukaran ide dan gagasan antar profesional media digital dari seluruh kawasan Asia Pasifik.
“Kami menyambut baik kehadiran peserta dan pembicara yang memperkuat semangat kolaborasi lintas batas ini. Hal ini menegaskan kembali peran penting media digital dalam membentuk masa depan kawasan kita,” ujar Arkka dalam sambutannya dibukanya ajang Konferensi internasional CTRL+J APAC: Tech and Journalism in the Global South 2025 di Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Baca juga:
- Jurnalisme Berkualitas Kian Penting di Tengah Gempuran AI dan Platform Digital
- Memacu Jurnalisme yang Bertanggung Jawab dalam Pemanfaatan AI
- Tantangan dan Strategi Hukumonline dalam Menjaga Kualitas Jurnalisme Hukum di Tengah Tsunami AI
Menurutnya, AI mengubah dunia lebih cepat dan seringkali tidak merata. Namun ada harapan. Yakni transformasi ini dapat diarahkan melalui nilai-nilai kolektif berlandaskan prinsip bersama. Kemudian digerakkan oleh semangat kolaborasi lintas batas dengan menempatkan manusia dan tujuan kemanusiaan sebagai intinya.
Konferensi yang digelar AMSI bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan The International Fund for Public Interest Media (IFPIM) menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem media yang tangguh dan memastikan teknologi melayani kepentingan publik, menjunjung integritas informasi, dan memperkuat demokrasi di Asia Pasifik.
Sementara, Ketua Umum AJI Indonesia, Nany Afrida mengatakan pihaknya tengah memiliki perhatian serius terhadap isu AI. Karena itu pentingnya kolaborasi lintas pihak di masa krisis tersebut. Jurnalisme menurutnya sedang dihadapkan pada peluang besar sekaligus tantangan serius dari AI ini.
















