Dewan Juri IRCA 2026: Perusahaan Makin Serius Bangun Tata Kelola dan Integritas
IRCA 2026

Dewan Juri IRCA 2026: Perusahaan Makin Serius Bangun Tata Kelola dan Integritas

Semakin banyak perusahaan yang mulai melihat kepatuhan bukan sekadar kewajiban, tetapi sebagai bagian penting dari keberlanjutan bisnis itu sendiri.

Willa Wahyuni
Bacaan 3 Menit
 Perwakilan Dewan Juri Indonesia Regulatory Compliance Award (IRCA) 2026 Natalia Soebagjo memberi sambutan dalam pembukaan IRCA 2026 di Jakarta, Jum'at (22/5/2026). Foto: HFW
Perwakilan Dewan Juri Indonesia Regulatory Compliance Award (IRCA) 2026 Natalia Soebagjo memberi sambutan dalam pembukaan IRCA 2026 di Jakarta, Jum'at (22/5/2026). Foto: HFW

Di tengah dinamika regulasi yang terus berkembang dan tantangan bisnis yang semakin kompleks, kesadaran perusahaan terhadap pentingnya kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang baik dinilai terus meningkat.

Demikian disampaikan perwakilan Dewan Juri Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026, Natalia Soebagjo dalam sambutannya pada malam penganugerahan IRCA 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (22/5/2026) malam. IRCA 2026 digelar sebagai ajang apresiasi bagi perusahaan yang konsisten membangun tata kelola dan budaya kepatuhan di tengah tantangan regulasi dan bisnis yang semakin kompleks.

Natalia menilai terdapat perubahan pandangan dari kalangan dunia usaha terhadap fungsi kepatuhan. Jika sebelumnya compliance kerap dipandang sebatas kewajiban regulasi, kini semakin banyak perusahaan yang mulai melihat kepatuhan sebagai bagian penting dari keberlanjutan bisnis.

“Ada satu hal menarik yang kami rasakan selama proses penjurian tahun ini. Di tengah perubahan regulasi yang semakin cepat dan tantangan bisnis yang semakin kompleks, semakin banyak perusahaan yang mulai melihat kepatuhan bukan sekadar kewajiban, tetapi sebagai bagian penting dari keberlanjutan bisnis itu sendiri,” ujarnya.

Hukumonline.com

Suasana ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026 di Hotel Le Meridien, Jakarta, Jum'at (22/5/2026).

Baca Juga:

Ia menjelaskan, proses penjurian tidak hanya berfokus pada dokumen, kebijakan, maupun prosedur formal perusahaan. Dewan juri juga menilai bagaimana budaya kepatuhan diterapkan dalam praktik bisnis sehari-hari. Ia mengakui menjaga keseimbangan antara kebutuhan bisnis, manajemen risiko, dan kepatuhan bukan hal mudah.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info