IRCA 2026 Resmi Digelar, Soroti Peran Strategis Compliance di Tengah Ketidakpastian Global
IRCA 2026

IRCA 2026 Resmi Digelar, Soroti Peran Strategis Compliance di Tengah Ketidakpastian Global

Diikuti 131 perusahaan dari 23 sektor industri, forum ini diharapkan dapat menjadi katalis untuk memperkuat ekosistem kepatuhan Indonesia yang lebih terintegrasi, modern, adaptif, dan berdaya saing global.

Firyalfatin
Bacaan 3 Menit
Chief Executive Officer Hukumonline, Arkka Dhiratara saat memberikan sambutan dalam acara Indonesia Regulatory Compliance Awards 2026 di Jakarta, Jum'at (22/5/2026). Foto: HFW
Chief Executive Officer Hukumonline, Arkka Dhiratara saat memberikan sambutan dalam acara Indonesia Regulatory Compliance Awards 2026 di Jakarta, Jum'at (22/5/2026). Foto: HFW

Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026 kembali digelar untuk ketiga kalinya di Hotel Le Meridien Jakarta, Jum'at (22/5/2026). Ajang ini menghadirkan empat kategori utama yakni Tim/Company, Leaders, Holding Company, dan The Emerging Leaders in Regulatory Compliance. Kategori tersebut diberikan kepada perusahaan yang memiliki budaya kepatuhan hukum serta tata kelola yang baik.

Dalam perjalanannya, IRCA terus berkembang menjadi ruang kolaboratif bagi para profesional hukum dan kepatuhan untuk memperkuat komitmen bahwa kepatuhan bukan sekadar kewajiban administratif semata. Tapi juga fondasi utama keberlanjutan bisnis dan daya saing perusahaan. Apalagi, tahun 2026 menghadirkan tantangan yang tidak ringan.

Chief Executive Officer (CEO) Hukumonline, Arkka Dhiratara, mengatakan dunia saat ini berada dalam fase ketidakpastian tinggi. Ketegangan geopolitik, fragmentasi rantai pasok, perlambatan ekonomi global, tekanan harga komoditas, hingga percepatan transformasi digital dan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) telah mengubah cara bisnis beroperasi dan mengambil keputusan.

Di tengah kondisi tersebut, International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global berada di kisaran 3 persen. Sementara berbagai lembaga internasional memperkirakan ekonomi Indonesia tetap resilien di sekitar 5 persen di tengah tekanan global tersebut.

“Namun pada dasarnya, di balik resiliensi tersebut, tantangan regulasi dan kepatuhan justru semakin kompleks,” kata Arkka dalam sambutannya.

Baca Juga:

 Hukumonline.com

Arkka saat berada di podium menyampaikan sambutan sebagai penanda dibukanya IRCA 2026. Fotografer/HFW

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info