Ketua Perkumpulan Panah Papua Sulfianto menambahkan pembangunan yang menggunakan pendekatan ekstraktif diyakini tidak mampu mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat karena merusak SDA. Menurut Sulfianto, yang lebih menguntungkan jika menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan sampai tingkat desa seperti kegiatan ekowisata, pengamatan burung pintar di Arfak, dan budidaya sagu.
“Pendapatan yang diperoleh akan bisa dinikmati masyarakat kampung dan perekonomian pun akan terus berkembang. Jika pendekatannya adalah ekstraktif, maka uang akan terus keluar dari Papua dan dinikmati bukan oleh Orang Asli Papua.” katanya.
















