Dua tahun berlalu sejak mula konflik Israel-Hamas memanas pasca serangan 7 Oktober 2023 yang menewaskan ribuan dan menyandera ratusan orang Israel. Namun, tanggal tersebut juga menandai awal mula rentetan kejahatan kemanusiaan dan dugaan genosida yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina hingga berujung gugatan ke Mahkamah Internasional yang masih berjalan.
Korban jiwa terus berjatuhan. Al Jazeera melaporkan lebih dari 67.000 warga Palestina meninggal dunia akibat agresi yang dilakukan, dengan ribuan lainnya diyakini masih tertimbun di bawah reruntuhan. Yang paling memilukan, sekitar 20.000 di antaranya adalah anak-anak. Sementara itu, lebih dari 169.000 warga Palestina mengalami luka serius.Dengan kondisi yang semakin memprihatinkan, para pemimpin dunia hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Sharm El-Sheikh yang digelar di International Cogress Centre, Sharm El-Seikh, Republik Arab Mesir pada Senin (13/10) kemarin. Mereka menjadi saksi penandatanganan perjanjian perdamaian dan penghentian perang di Gaza yang menandai langkah penting menuju stabilitas dan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga:
- Tok! CAS Tolak Permohonan Israel untuk Tampil di Kejuaraan Senam Dunia Jakarta
- Hadir di KTT Perdamaian Gaza, Prabowo Diminta Desak Israel Patuhi Perjanjian Damai
- Indonesia Tegas Tolak Beri Visa 6 Atlet Israel di Kejuaraan Senam Dunia Jakarta, Ini Kata Pakar
Di antara ke-21 pemimpin negara yang hadir termasuk Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang secara langsung mensaksikan penandatanganan dokumen perdamaian dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Presiden Republik Turki Recep Tayyip Erdogan, serta Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani.
“Hari yang baru dan indah telah tiba, dan kini Pembangunan (di Gaza) kembali dimulai. Akhirnya, bukan hanya bagi Israel, tetapi juga Palestina, mimpi buruk yang panjang dan menyakitkan ini akhirnya berakhir,” ujar Presiden Donald Trump seperti dikutip dari BBC, Selasa (14/10).
Lantas, apa sebenarnya isi yang tertuang dalam dokumen perdamaian berjudul “The Trump Declaration for Enduring Peace and Prosperity” yang baru saja ditandatangani? Dilansir dari laman resmi Gedung Putih atau The White House, dokumen tersebut memuat sejumlah poin penting.
Di dalamnya menegaskan pemahaman para pemimpin negara bahwa perdamaian abadi hanya dapat terwujud jika rakyat Palestina dan Israel dapat hidup sejahtera dengan hak asasi mereka terlindungi, keamanan terjamin, dan martabat mereka dijunjung tinggi.
















