Belum lama ini, Israel Gymnastics Federation (IGF) menggugat Indonesia atas keputusan penolakan pemberian visa bagi atlet senam asal Israel, termasuk peraih medali emas Olimpiade Artem Dolgopyat, yang akan bertanding pada World Artistic Gymnastics Championship bulan ini di Jakarta.
IGF telah melayangkan gugatan ke Court of Arbitration for Sport (CAS) guna mencari peluang agar para atletnya tetap dapat berpartisipasi dalam ajang tersebut. Dilansir dari The Times of Israel, IGF dalam pernyataannya pada Sabtu (11/10) menyebut keputusan Indonesia sebagai tindakan yang keterlaluan dan meresahkan, serta dinilai mengancam integritas olahraga internasional.
“Kami akan hadapi gugatan dengan terhormat. Tentunya ada aturan tersendiri, baik di level CAS dan utamanya di Indonesia mengenai hal ini,” ujar Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir sebagaimana dikutip dari Antara, Senin (13/10).
Baca Juga:
- Hadir di KTT Perdamaian Gaza, Prabowo Diminta Desak Israel Patuhi Perjanjian Damai
- Indonesia Tegas Tolak Beri Visa 6 Atlet Israel di Kejuaraan Senam Dunia Jakarta, Ini Kata Pakar
Dalam hal ini, Menpora menegaskan kembali posisi Pemerintah Indonesia yang akan tetap konsisten pada keputusan untuk menolak penerbitan visa bagi tim senam Israel. Pemerintah pun menyatakan kesiapannya menghadapi upaya hukum yang akan ditempuh.
Sikap tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menyatakan bahwa Indonesia tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel hingga pihak mereka mengakui keberadaan dan kemerdekaan Palestina sebagai negara yang berdaulat.
“Kita melihat bahwa penolakan visa delegasi Israel itu sebenarnya adalah otoritas atau kedaulatan penuh Indonesia sebagai negara yang memiliki komitmen dari dulu sampai sekarang untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” ucap pakar Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Jambi (FH Unja) Retno Kusniati melalui sambungan telepon, Selasa (14/10).
















