Arena Olahraga jadi Ujian
Ketika Indonesia dihadapkan pada gugatan Israel atas keputusannya menolak pemberian visa bagi atlet senam asal negara tersebut, situasi juga menegang bagi Norwegia yang dikabarkan terancam sanksi dari FIFA terhadap Timnas-nya setelah kemenangan telak 5-0 atas Israel, di mana stadion dipenuhi pendukung yang mengibarkan bendera Palestina seraya menyerukan dukungan. Hal tersebut dianggap sebagai pelanggaran aturan.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, mengapa sektor olahraga yang seharusnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan justru tampak tidak konsisten? FIFA sempat dengan tegas melarang Rusia berpartisipasi dalam seluruh kompetisi beberapa hari setelah invasi ke Ukraina pada 2022.
Namun, mengapa organisasi yang sama tampak ‘lunak’ terhadap Israel yang telah dilaporkan berbagai organisasi internasional melanggar hukum hak asasi manusia yang digaungkan dalam Pasal 3 Statuta FIFA?
“Mengenai double standard ini kalau saya melihatnya akan tergantung dengan kepentingan siapa yang ada di dalamnya. Secara faktualnya memang berbasis kepentingan, berbasis interest. Jadi kalau misalnya FIFA ini yang membentuknya tentu ada power-nya siapa. Double standard untuk kasus tertentu bisa jadi, kemudian dia (FIFA) konsisten untuk kasus lain itu bisa terjadi dalam hukum internasional yang dinamis,” ungkap Retno.
















