Program Studi Sarjana, Magister, dan Doktor Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) berhasil mendapat akreditasi internasional dari Agentur zur Qualitätssicherung an Hochschulen mit Sitz in Köln (AQAS). "Adanya Akreditasi AQAS menunjukkan standar akademik FH UB memenuhi kualitas internasional," katan Dekan FH UB, Muchamad Ali Safa'at kepada Hukumonline, Selasa (15/6/2022).
Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nizam menyampaikan apresiasinya atas capaian FH UB. "Akreditasi internasional kita harapkan bisa meningkatkan kualitas program studi kita," kata Guru Besar Teknik Sipil dari Universitas Gadjah Mada ini saat dihubungi Hukumonline secara terpisah.
Baca Juga:
- Kenali 3 Kampus Hukum Negeri Luar Jakarta Cabang Jakarta
- Memahami Ulang Ragam Pendekatan Riset Hukum
- Wajib Dibaca! 6 Tips Dasar Penelitian Hukum
AQAS sendiri adalah lembaga nonprofit independen anggota European Association for Quality Assurance in Higher Education (ENQA). AQAS berwenang menilai apakah suatu lembaga pendidikan tinggi memiliki kualitas sesuai standar European Higher Education Area (EHEA). Lembaga akreditasi yang bermarkas di Jerman ini diharapkan meningkatkan reputasi FH UB di tingkat dunia.
“Akreditasi internasional dapat meningkatkan pengakuan internasional atas gelar akademik dan mendorong mobilitas mahasiswa, staf, dan berbagai kegiatan penelitian. Hasil positif dalam akreditasi bisa berdampak pada jangkauan dan jumlah proyek kerja sama yang diperoleh serta makin dikenalnya institusi pendidikan tinggi. Peningkatan profil program studi bisa berpengaruh juga pada peningkatan jumlah mahasiswa dan proyek yang berdatangan,” demikian tertulis dalam laman internet AQAS soal manfaat dari program akreditasi berstandar internasional yang mereka tawarkan.

Akreditasi internasional dari AQAS itu berlaku hingga tahun 2028. Proses akreditasi ulang akan dilakukan AQAS setelah 2028 untuk meninjau kualitas FH UB. Apa saja kriteria penilaian oleh AQAS?
"Tujuh kriteria terpenuhi dan mendapatkan apresiasi dari panel of experts AQAS yaitu kualitas kurikulum, prosedur penjaminan mutu, proses belajar mengajar dan asesmen, admisi, kualitas dosen, suasana akademik, informasi publik," kata Ketua Lembaga Penjaminan Mutu FH UB, Shinta Hadiyantina.
Ali melanjutkan banyak persiapan yang dilakukan oleh FH UB sebelum kunjungan panel penguji dari AQAS. "Karena kemarin penilaiannya masih di masa pandemi, jadi visitasi dilakukan secara online. Allhamdullillah hingga visitasi tidak ada kendala jaringan," kata dia.

Tim AQAS melakukan asesmen berlapis tidak hanya ke fakultas penyelenggara program studi. Asesmen juga dilakukan ke manajemen universitas. Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya, Aulanni’am mengatakan penilaian tersebut mendapat dukungan kampus terutama untuk program studi yang mempunyai fasilitas pembelajaran memadai. Fasilitas pembelajaran itu antara lain joint degree, joint research, konferensi internasional dan lain-lain. Ia berharap akreditasi yang diraih FH UB akan meningkatkan reputasi internasional UB.
Tidak hanya program studi di kampus Malang, Program Studi di luar Kampus Utama milik FH UB pun mendapat akreditasi AQAS. Akreditasi yang saat ini di tingkat B akan segera menjadi A (Unggul). "Program Doktor Ilmu Hukum dan Program Doktor Ilmu Hukum kampus Jakarta akan mengajukan konversi dengan Sertifikat Akreditasi Internasional AQAS untuk mendapatkan akreditasi peringkat Unggul dari BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, red.),” kata Shinta.
















