Penelitian tersebut sebelumnya telah disajikan dalam acara bertema “Asian Perspectives on Peace and Peace Making” yang diselenggarakan oleh CIL NUS di Orchard Hotel, Singapura, pada 1 Oktober 2025.
Dr. Arlina Permanasari membawakan kertas kerja berjudul “Reviving Indonesian’s Traditional Laws of War: Cultural Foundations and Contemporary Relevance towards the Modern Humanitarian Law towards Asian Peace-Making”. Sementara itu, Dr. Andrey Sujatmoko memaparkan kertas kerja dengan topik “Some Notes on Traditional Laws of War in Indonesia”.
Kolaborasi internasional ini merupakan Implementing Agreement kedua yang berhasil dilaksanakan oleh terAs FH Trisakti dengan CIL NUS. Sebelumnya, kedua lembaga telah menyelenggarakan “2-Day Roundtable Program on Indonesian Customary Laws of War: East Indonesian Update” pada 14-15 April 2025.
Perlu diketahui, CIL NUS merupakan institusi yang menempati peringkat ke-8 QS World University dan peringkat ke-1 QS Asian University Ranking 2026.
















