Saat ini, Gleshya mengambil peran sebagai associate lawyer dari Bumame & Associate Law Firm yang memiliki full service practice area. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi Gleshya sebagai seorang perempuan, khususnya dalam menjalankan bidang litigasi dan bidang korporasi secara bersamaan. Meskipun demikian, Gleshya tetap dapat menyelesaikan pekerjaan secara detail dan multitasking. Oleh karena kemampuannya tersebut, Gleshya pun dipercaya untuk menangani klien-klien lokal dan internasional secara profesional.
Gleshya percaya bahwa kemajuan teknologi, termasuk AI, tidak akan dapat menggantikan peran pengacara, sebagaimanapun canggihnya. Mengikuti perkembangan teknologi tentunya dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja, serta memperluas jangkauan dan daya saing.
Akan tetapi, Gleshya berpandangan bahwa seorang pengacara selalu memiliki pendekatan personal yang unik dalam menangani setiap kasus dengan dinamika dan kompleksitas yang berbeda. Sejatinya, intuisi ketajaman pola pikir atau yang disebut sebagai keterampilan interpersonal, adalah keistimewaan seorang pengacara, yang tidak dimiliki oleh teknologi AI sekalipun.
Oleh karenanya, teknologi apapun tidak dapat serta-merta menggantikan keterampilan interpersonal dan kemampuan membangun hubungan yang kuat dengan klien maupun rekan kerja, dalam menjalankan profesi sebagai pengacara.
















