Pembukaan program Pendidikan Profesi Konsultan Hukum Sektor Keuangan Dasar I menegaskan semakin strategisnya peran konsultan hukum di tengah kompleksitas regulasi sektor keuangan yang terus berkembang. Program ini diselenggarakan oleh Hukumonline bersama Himpunan Konsultan Hukum Sektor Keuangan (HKHSK).
Adapun kegiatan tersebut akan berlangsung dari 28-30 April serta 7-9 Mei 2026 secara offline khusus peserta domisili Jabodetabek dan online class untuk peserta domisili non-Jabodetabek.
Chief Operating Officer Hukumonline, Jan Ramos Pandia, mengapresiasi para peserta yang mengikuti sertifikasi Pendidikan Profesi Konsultan Hukum Sektor Keuangan Dasar I. Antusiasme ini mencerminkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya peran konsultan hukum di sektor keuangan yang sangat teregulasi, dinamis, dan kompleks di Indonesia.
“Kalau kita lihat, mungkin tidak ada sektor lain di Indonesia yang se-highly regulated, se-dinamis, dan se-kompleks sektor keuangan,” ujar Ramos dalam sambutannya, Selasa (28/4/2026).
Baca juga:
- Hukumonline dan HKHSK Gelar Pendidikan Profesi Sektor Keuangan Dasar
- HKHSK Gelar Ujian Perdana Pendidikan Profesi Konsultan Hukum Sektor Keuangan Dasar

Suasana peserta pelatihan. Fotografer/HFW
Dia menerangkan, dari sekitar 1.600 korporasi dan firma hukum pelanggan Hukumonline, klaster terbesar berasal dari sektor keuangan. Mulai dari perbankan, lembaga keuangan non-bank, asuransi, hingga fintech. Dominasi ini mencerminkan tingginya kebutuhan layanan hukum yang dipicu oleh perkembangan regulasi yang sangat cepat di sektor tersebut.
Soal produktivitas regulator, khususnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menerbitkan berbagai aturan baru. Sepanjang tahun 2025 saja Ramos mencatat sekitar 221 regulasi baru di sektor keuangan. incian antara lain 41 regulasi di bidang perbankan, 59 di pasar modal, 35 di sektor jasa keuangan umum, serta sisanya di sektor non-perbankan lainnya. Sementara itu, di kuartal pertama 2026 saja, telah terbit sekitar 75 regulasi baru.
















