Jurnalis Foto Kanada Mundur dari Reuters, Tuding Media Barat Justifikasi Pembunuhan Pewarta di Gaza
Terbaru

Jurnalis Foto Kanada Mundur dari Reuters, Tuding Media Barat Justifikasi Pembunuhan Pewarta di Gaza

Media Barat telah ikut menciptakan kondisi yang memungkinkan tragedi penghilangan nyawa jurnalis di Gaza oleh Israel terus berulang.

Firyalfatin
Bacaan 3 Menit
Kartu Pers Valerie Zink. Foto: X
Kartu Pers Valerie Zink. Foto: X

Jurnalis foto asal Kanada, Valerie Zink mengumumkan pengunduran dirinya dari Reuters setelah delapan tahun bekerja sebagai stringer atau pekerja lepas. Keputusan tersebut disampaikan melalui unggahan di akun media sosial pribadinya. Ia beralasan Reuters telah berperan dalam membenarkan dan memungkinkan pembunuhan sistematis terhadap jurnalis di Gaza oleh Israel.

“Saya tidak bisa lagi mempertahankan hubungan dengan Reuters mengingat perannya dalam membenarkan dan memungkinkan pembunuhan sistematis 245 jurnalis di Gaza. Saya berhutang budi hal ini kepada rekan-rekan saya di Palestina,” tulis Zink, Selasa (26/8/2025) kemarin.

Dia menyoroti kasus jurnalis Al Jazeera, Anas al-Sharif yang tewas bersama krunya pada 10 Agustus 2025 lalu dalam serangan Israel di Gaza. Walaupun karyanya meraih Pulitzer Prize saat Al-Sharif berkontribusi untuk Reuters, Zink menilai kantor berita tersebut gagal menjaga keamanan Al-Sharif ketika militer Israel menempatkannya dalam daftar target dan secara terbuka mengancam akan menghilangkan nyawanya.

“Reuters memilih menerbitkan klaim sepenuhnya tak berdasar dari Israel bahwa al-Sharif adalah anggota Hamas. Itu salah satu dari sekian banyak kebohongan yang diulang dan dilegitimasi media Barat,” jelasnya.

Baca juga:

Zink mengecam sikap Reuters dalam menyikapi serangan ganda Israel ke Rumah Sakit Nasser di Khan Younis pada Senin (25/8/2025), yang menewaskan 20 orang termasuk kamerawan Reuters, Hossam al-Masri. Pola tersebut disebut sebagai double tap. Yakni, serangan pertama ke target sipil, disusul serangan kedua yang menewaskan tim medis, relawan, dan jurnalis.

Menurutnya, media Barat telah ikut menciptakan kondisi yang memungkinkan tragedi semacam ini terulang kembali. Dia tegas untuk tidak lagi mengenakan kartu pers Reuters tanpa rasa malu dan duka mendalam.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info