Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar Indonesia memberikan bantuan pengobatan bagi sekitar 2 ribu warga Gaza yang menjadi korban perang. Layanan medis direncanakan berlangsung di Pulau Galang, Kepulauan Riau, yang sebelumnya pernah digunakan sebagai lokasi pengungsian dan pusat penanganan pandemi Covid-19.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi menjelaskan, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk operasi kemanusiaan Indonesia dalam membantu korban luka akibat agresi militer di Gaza. Fasilitas kesehatan di Pulau Galang memadai untuk menangani pasien dengan luka berat, termasuk mereka yang terkena bom atau reruntuhan.
“Terkait Gaza, Presiden kemarin juga memberikan arahan untuk Indonesia memberikan bantuan pengobatan untuk sekitar 2 ribu warga Gaza,” kata Hasan sebagaimana dilansir Antara, Jumat (8/8).
Baca Juga:
- Pemerintah Diminta Waspadai Proposal Relokasi 2 Juta Rakyat Palestina ke Indonesia
- Kecam Usulan Trump, Relokasi Warga Palestina Dinilai Langgar Hukum Internasional
Aktivis hak asasi manusia (HAM) Haris Azhar berpandangan bahwa rencana pemerintah Indonesia menampung warga Gaza di Pulau Galang sebagai langkah yang justru menguntungkan agenda politik Israel. Meskipun terlihat sah secara hukum dan dibungkus sebagai misi kemanusiaan, kebijakan tersebut secara substansi berpotensi menjauhkan warga Palestina dari tanah kelahirannya.
“Ini justru yang diinginkan oleh Zionis Israel, membuat hengkang orang-orang Palestina dan tanahnya kosong, lalu diduduki Israel,” ungkap Haris saat dihubungi oleh Hukumonline, Kamis (14/8).
Haris menekankan, setiap kebijakan yang berhubungan dengan Palestina harus dilihat dari perspektif perjuangan mempertahankan tanah dan kedaulatan rakyatnya. Pemindahan korban perang ke wilayah jauh dari Palestina, apalagi ke luar kawasan Timur Tengah yang berpotensi melemahkan posisi mereka di mata dunia.
















