Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (FH UPH) kembali menorehkan prestasi hukum di panggung internasional. Kali ini, tim FH UPH berhasil meraih Juara 2 (1st Runner-Up) dalam Indonesia International Moot Court Competition (INTERNATION) 2026 yang diselenggarakan oleh International Law Students Association (ILSA) Chapter Universitas Airlangga.
Kompetisi ini menjadi peningkatan capaian bagi Tim FH UPH yang sebelumnya meraih Juara 3. Tahun ini, tim diperkuat Gissell Clarance Yutaka (FH UPH 2025) dan Victoria Eve Nirwan (FH UPH 2025) sebagai team member, serta Celine Ariyanto (FH UPH 2025) dan Caitlyn Anabelle Djuli (FH UPH 2025) sebagai observer.
Prestasi tersebut menunjukkan pembinaan hukum internasional di FH UPH terus berkembang dengan melahirkan mooter baru untuk melanjutkan tradisi prestasi fakultas. INTERNATION secara khusus ditujukan bagi mooter pemula untuk memperdalam pemahaman hukum internasional sekaligus menjadi batu loncatan menuju kompetisi bergengsi, seperti Philip C. Jessup International Law Moot Court Competition.
Jessup International Law Moot Court Competition dan International Humanitarian Law Moot Court Competition. Penyelenggaraan INTERNATION pada tahun ini bertajuk 'Case Concerning Jura Island', yang mengupas isu kompleks seputar kedaulatan (sovereignty) dan hak-hak pengungsi (rights of refugees).
Baca juga:
- Kolaborasi FH UPH-UI Juara ASEAN Moot 2026, Indonesia Ukir Sejarah di Kompetisi Hukum ASEAN
- FH UPH Perkuat Tradisi Akademik pada Perayaan Dies Natalis ke-30
Gisell, sebagai team member mengatakan pengalaman mengikuti INTERNATION tersebut memperluas wawasannya terkait pelaksanaan hukum internasional terkhusus pada kasus tentang kedaulatan dan perlindungan pengungsi.
“Kami belajar bahwa setiap argumen harus dibangun di atas dasar riset yang kuat dan pemahaman konteks yang mendalam. Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari tim ini dan membawa pulang hasil terbaik untuk UPH,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Hukumonline, Rabu (2/9/2026).
















