Adapun tiga pilar ESG lingkungan, sosial, dan tata kelola tersebut harus diterapkan secara konsisten. Dari sisi lingkungan, misalnya, perusahaan dituntut tidak hanya memenuhi standar wajib seperti pengelolaan limbah atau pengurangan emisi karbon, tetapi juga mendorong inisiatif tambahan, misalnya penggunaan panel surya atau sistem water treatment yang lebih efisien.
Dari aspek sosial, perusahaan tidak cukup hanya patuh pada aturan ketenagakerjaan. Faktor inklusivitas, kesehatan, keterlibatan masyarakat lokal, hingga perlindungan terhadap kelompok rentan juga menjadi indikator penting. Sedangkan dari sisi governance, perusahaan perlu membangun transparansi, integritas, serta sistem whistleblowing dan anti-korupsi yang berjalan efektif.
“Di Indonesia, kita memang sudah memiliki beberapa kerangka hukum seperti kewajiban CSR dalam UU Perseroan Terbatas, Perpres tentang nilai ekonomi karbon, hingga POJK yang mewajibkan laporan keberlanjutan bagi lembaga jasa keuangan dan emiten. Tapi banyak aspek ESG justru berkembang dari standar internasional yang diadopsi oleh perusahaan multinasional,” tutur Fifiek.
Lebih lanjut, ia menyoroti relevansi ESG terhadap strategi investasi. Investor global kini semakin memperhatikan aspek keberlanjutan sebagai faktor penilaian utama sebelum menanamkan modal. Artinya, penerapan ESG bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tetapi juga strategi untuk menjaga reputasi, mengelola risiko, hingga meningkatkan kepercayaan publik.
Dari sisi peran in-house counsel, Fifiek menekankan pentingnya keterlibatan sejak tahap identifikasi regulasi hingga implementasi. Legal team tidak cukup hanya memahami hukum positif yang berlaku, tetapi juga harus mampu melakukan regulatory assessment terhadap aspek ESG yang relevan dengan sektor usaha perusahaan.
“Kita sebetulnya memberikan safeguard kepada perusahaan kita sendiri dalam risk management dan resilience. Nanti akan kita lihat ketika kita berbicara ESG regulatory framework dan ESG assessment, dari yang biasa dilakukan regulatory industry, ketika kita menerapkan aspek ESG, banyak hal-hal yang bisa ter-capture,” tandasnya.
















