Peran jurnalis dalam pilkada tentunya sangat penting, terutama dalam memberikan informasi yang berimbang dan menyeluruh kepada publik. Tanpa media yang menyajikan informasi yang transparan dan akurat, masyarakat tidak akan mendapatkan akses informasi yang memadai tentang proses pemilu yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas demokrasi.
Pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Elin Yunita Kristanti, mengatakan meski banyak isu ringan, seperti barang-barang bermerek pejabat yang sering menjadi sorotan media, terdapat pula liputan-liputan yang jauh lebih krusial dan berdampak, seperti kasus pelecehan perempuan yang melibatkan calon pejabat. Liputan semacam ini, menurutnya, perlu mendapatkan perhatian serius karena dapat memengaruhi proses pemilihan dan keputusan pemilih.
Ketika berbicara tentang konflik, Elin menekankan bahwa konflik tidak hanya terjadi di daerah-daerah yang tengah mengalami ketegangan politik atau gejolak sosial. Konflik juga dapat muncul di tingkat personal, bahkan dalam hubungan keluarga. Meskipun begitu, dia mencatat pandangan politik seseorang bisa berubah seiring waktu. Hal ini menunjukkan bahwa konflik bisa muncul dalam berbagai bentuk, baik dalam skala besar maupun dalam kehidupan pribadi.
Baca Juga:
- Persiapan MK Antisipasi Sengketa Pilkada 2024
- Gerakan Coblos Semua Paslon Pilkada Jakarta, Akademisi FHUI Paparkan Aturan Hukumnya
“Media berperan besar dalam menghadirkan perspektif yang lebih luas tentang konflik ini. Pandangan terhadap liputan-liputan jurnalis mengenai konflik ini sangat penting, karena seringkali konflik yang terjadi tidak hanya dilihat dari sisi politis, tapi juga dari sisi manusiawi. Oleh karena itu, media memiliki tugas untuk memberikan ruang bagi berbagai suara dan perspektif dalam proses peliputan,” kata Elin dalam Diskusi Peran Media dalam Pilkada 2024 yang diadakan oleh AMSI di Jakarta, Kamis (14/11).
Media dalam konteks pilkada, kata dia, seharusnya tidak hanya fokus pada retorika politik atau isu viral di media sosial. Tanpa media yang menyajikan informasi yang transparan dan akurat, Elin percaya bahwa masyarakat tidak akan mendapatkan akses informasi yang memadai tentang proses pemilu, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas demokrasi.
Pemimpin redaksi Liputan6.com ini juga memuji peran para jurnalis yang terjun langsung ke lapangan untuk melaporkan apa yang sebenarnya terjadi. "Kami melihat para jurnalis yang terjun langsung, berupaya melaporkan apa yang terjadi di lapangan, meskipun mungkin mereka belum memiliki akses atau fasilitas yang memadai," imbuhnya.
















