Melihat Kontribusi Media dan Tantangan Jurnalis di Pilkada Serentak 2024
Terbaru

Melihat Kontribusi Media dan Tantangan Jurnalis di Pilkada Serentak 2024

Peran media sangat vital dalam pemberitaan pilkada. Namun jurnalis sering kali menghadapi tantangan yang cukup besar yang mencakup berbagai isu mulai dari tekanan politik, ancaman fisik, hingga kurangnya akses informasi yang memadai.

CR 33
Bacaan 5 Menit

Sementara itu, Totok Suryanto, Anggota Dewan Pers, menyampaikan pandangannya mengenai peran media dalam melaporkan kejadian-kejadian yang terjadi selama Pilkada dan pemilu, serta bagaimana Dewan Pers dan lembaga lainnya mendukung keselamatan dan independensi jurnalis. Menurut Totok, tidak ada perbedaan signifikan dalam cara Dewan Pers menerima laporan mengenai kejadian yang dialami oleh jurnalis, baik dalam konteks pilkada maupun dalam situasi non-pemilu.

Totok menekankan bahwa menjaga keselamatan diri adalah hal yang paling penting bagi wartawan, terutama saat meliput di daerah yang berpotensi berbahaya. Hal ini juga berlaku dalam konteks pilkada, di mana risiko bagi wartawan tetap ada meskipun fokusnya pada isu politik.

"Dewan Pers, AJI, atau AMSI tidak bisa mendampingi setiap jurnalis di lapangan secara langsung, maka penting bagi jurnalis untuk memahami strategi keselamatan diri dalam situasi berbahaya," ujar Totok dalam kesempatan yang sama.

Sebagai contoh, Dewan Pers telah melaksanakan pelatihan keselamatan untuk wartawan, terutama di daerah yang melaksanakan pilkada. Meskipun terbatas oleh anggaran dan akses di beberapa provinsi seperti Papua, Dewan Pers telah mencakup 32 dari 38 provinsi di Indonesia.

Totok mengingatkan bahwa yang terpenting bagi seorang jurnalis adalah memahami dan mematuhi kode etik jurnalistik, yakni bersikap independen dan tidak terlibat dalam konflik yang sedang diliput. Selain itu, jurnalis harus memiliki keterampilan dalam membuat konten yang berkualitas dan pengetahuan yang mendalam mengenai aturan yang ada.

Dalam konteks Pilkada, Totok juga membahas fenomena politik dinasti yang semakin meluas di Indonesia. Dia mencatat di berbagai daerah, jabatan politik seperti bupati atau walikota sering kali diwariskan dalam keluarga yang sama. Hal ini, menurutnya, dapat memunculkan konflik lokal yang melibatkan kepentingan keluarga dan kekuasaan. Fenomena ini dapat menambah kompleksitas dalam peliputan pilkada, terutama ketika ada calon pemimpin yang terjerat kasus hukum.

Pada kesempatan tersebut, Totok Hariyono, Anggota Bawaslu RI, juga berbicara tentang peran penting media dalam mendukung pengawasan pilkada. Menurutnya, media memiliki peran besar dalam membangun masyarakat dan membantu institusi seperti Bawaslu dalam menjalankan tugas pengawasan.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info