Melihat Kontribusi Media dan Tantangan Jurnalis di Pilkada Serentak 2024
Terbaru

Melihat Kontribusi Media dan Tantangan Jurnalis di Pilkada Serentak 2024

Peran media sangat vital dalam pemberitaan pilkada. Namun jurnalis sering kali menghadapi tantangan yang cukup besar yang mencakup berbagai isu mulai dari tekanan politik, ancaman fisik, hingga kurangnya akses informasi yang memadai.

CR 33
Bacaan 5 Menit

"Media harus independen dan transparan, sama seperti Bawaslu yang harus netral dan tidak berpihak," ucap Totok.

Dalam rangka menjaga transparansi dan akuntabilitas selama pemilu, Bawaslu bekerja sama dengan media melalui Koalisi Pewarta Pemilu untuk memberikan dukungan dan fasilitasi bagi jurnalis. Totok mengungkapkan bahwa Bawaslu selalu siap menindaklanjuti laporan terkait pelanggaran pemilu, termasuk yang melibatkan calon yang mendukung atau merendahkan perempuan.

 "Jika ada pelanggaran pidana atau tindakan pelecehan terhadap perempuan dalam konteks kampanye, Bawaslu pasti akan menindaklanjutinya," kata dia.

Selain itu, Bawaslu memiliki mekanisme yang jelas dalam mengusut pelanggaran berdasarkan laporan atau temuan di lapangan, agar proses pemilu tetap berlangsung adil. Untuk kasus yang tidak terkait dengan pilkada langsung, seperti kekerasan terhadap jurnalis, Bawaslu akan meneruskannya ke pihak kepolisian sebagai kasus pidana umum. "Segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis adalah pelanggaran serius, dan kami sangat memperhatikan keselamatan wartawan yang bekerja di lapangan," tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan kepada jurnalis yang meliput di lapangan, Bawaslu menginisiasi Koalisi Wartawan Pewarta Pemilu yang menyediakan fasilitas media center bagi jurnalis untuk mengakses informasi secara terbuka. Meskipun belum ada kerja sama langsung untuk menjamin keselamatan jurnalis, Bawaslu memastikan bahwa segala insiden kekerasan yang terjadi selama tahapan pemilu akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

Koalisi ini, kata dia, sangat penting karena jurnalis adalah mitra strategis yang memiliki tugas serupa dengan Bawaslu, yaitu menjaga independensi dan transparansi dalam proses pemilu. Dia mengatakan Bawaslu menyadari bahwa peran media sangat penting dalam menjaga independensi, transparansi, dan akuntabilitas selama pilkada. Media tidak hanya bertugas untuk memberikan informasi yang akurat kepada publik, tetapi juga untuk menjaga keselamatan jurnalis yang berada di lapangan.

"Sebagai mitra dalam pengawasan pemilu, media harus menjaga etika dan integritasnya, karena hal itu juga akan menjaga keselamatan dan kredibilitas mereka," katanya.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info