Salah satu fokus utama dari kebijakan baru ini, kata dia, adalah peningkatan pelatihan untuk hakim dan pengacara dalam bidang mediasi. Menurutnya, perlu memastikan bahwa para profesional hukum memiliki keterampilan yang diperlukan untuk memfasilitasi proses mediasi. Kurangnya pelatihan dan pengakuan terhadap mediator dan konsiliator akan menjadi hambatan bagi pengembangan penyelesaian damai.
"Pertemuan baru-baru ini mengungkapkan bahwa mediator dan konsiliator seringkali tidak mendapatkan pengakuan yang layak, baik dari litigasi maupun dari pengacara dan hakim. Hal ini sangat merugikan pengembangan mediasi," lanjutnya.
Dengan peluncuran kebijakan baru, Huet percaya bahwa Prancis berada pada titik balik penting dalam sejarah sistem hukum. Dia telah melihat perubahan paradigma di tingkat nasional, di mana penyelesaian di luar pengadilan tidak lagi dianggap sebagai pilihan yang lemah, tetapi sebagai pendekatan yang efektif untuk mencapai keadilan.
Mulai November 2023, dia mengungkapkan ada dua hal baru yang diperkenalkan yakni sidang penyelesaian di luar pengadilan dan penghentian proses sipil. Menurutnya, hal ini adalah langkah maju yang besar untuk memberikan lebih banyak opsi kepada para pihak untuk menyelesaikan sengketa mereka dengan cara yang lebih damai.
Huet berharap agar semua elemen dalam sistem peradilan—hakim, pengacara, dan mediator—dapat bekerja sama. Dengan kebijakan baru ini, kata dia, Prancis berusaha menghadirkan keadilan yang lebih cepat dan lebih manusiawi, sebuah langkah yang diharapkan dapat menjadi model bagi negara lain. Dengan langkah-langkah ini, dirinya optimis bahwa penyelesaian damai akan semakin diterima di kalangan litigasi di Prancis.
"Kita harus membangun jembatan antara semua pihak untuk memastikan bahwa proses ini dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Ini adalah tanggung jawab kepala pengadilan untuk memobilisasi semua pihak yang terlibat dalam sistem hukum. Kita berada di jalur yang benar untuk menciptakan budaya hukum yang lebih kolaboratif. Dengan kerja sama dan komunikasi yang baik, saya percaya kita dapat mencapai hasil yang lebih baik bagi semua pihak yang terlibat," ucapnya.
Sementara itu, Lucas Nicolet-Serra, dosen di Universitas Paris-Panthéon-Assas Singapore Campus, mengeksplorasi peran penting mediasi dalam menyelesaikan sengketa di Prancis serta tantangan yang dihadapi dalam konteks internasional.
















