Terbaru

Melihat Sentimen UU Cipta Kerja dari Twitter dan YouTube

Sentimen terbanyak baik dari Twitter maupun YouTube pada saat sebelum putusan MK.

Oleh:
MR 38/MR 32
Bacaan 3 Menit
Melihat Sentimen UU Cipta Kerja dari Twitter dan YouTube
Hukumonline

Memasuki dua tahun pasca disahkannya Undang-Undang No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, pro dan kontra masih banyak ditemui di kalangan masyarakat. Sebelumnya, UU Cipta Kerja telah dinyatakan “inkonstitusional bersyarat” oleh Mahkamah Konstitusi (MK). DPR dan pemerintah pun diberikan waktu untuk melakukan perbaikan maksimal dua tahun sejak putusan tersebut.

Menilik ke belakang, pengesahan UU Cipta Kerja oleh pemerintah dan DPR saat itu menuai reaksi dari masyarakat. Sepanjang perjalanannya pun UU Cipta Kerja menuai banyak perhatian masyarakat seperti draf RUU Cipta Kerja yang selalu berubah-ubah, kurangnya partisipasi publik, hingga gugatan demi gugatan dilaporkan ke Mahkamah Konstitusi.

Banyak pihak mengharapkan output yang positif dari UU Cipta Kerja agar mampu memperbaiki iklim investasi dan mewujudkan kepastian hukum. Namun dalam pelaksanaanya tak sedikit pula kelompok yang merasa tidak diuntungkan. Akibatnya, pengesahan UU Cipta Kerja yang memiliki 11 klaster itu memicu protes besar-besaran di seluruh negeri.

Berdasarkan hal tersebut, Tim Data Analyst Magang Studi dan Independen (MSIB) Kampus Merdeka Hukumonline melakukan analisis sentimen untuk mengetahui pro dan kontra UU Cipta Kerja di tengah masyarakat. Terdapat dua rentang waktu yang digunakan dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan. Pertama, setelah disahkan oleh Presiden dan DPR (5 Oktober 2020-24 November 2021), dan kedua, setelah disahkan oleh MK (25 November 2021 sekarang).

Baca juga:

Data Twitter

Twitter menjadi salah satu platform yang banyak digunakan oleh masyarakat dalam mengemukakan pendapatnya terkait UU Cipta Kerja. Karenanya, Tim Hukumonline berusaha mengumpulkan sentimen masyarakat yang tercermin melalui cuitan dengan tagar #UUCK dan #undangundangciptakerja menggunakan Twitter API. Cuitan yang dikumpulkan adalah cuitan yang mengandung salah satu tagar dari dua tagar tersebut dan tidak mengandung foto atau video.

Setidaknya terdapat 53.242 cuitan yang berhasil terkumpul dan kemudian dilakukan analisis sentimen. Proses analisis ini dilakukan secara otomatis sehingga terdapat hal-hal yang luput dari perhatian seperti sarkasme, kata tidak baku, dan singkatan. Hasil analisis sentimen terhadap cuitan yang didapat dibagi menjadi positif dan negatif. Lebih lanjut, dari hasil berikut didapatkan bahwa pengesahan UU Cipta Kerja menuai sentimen negatif yang lebih banyak baik sebelum disahkan MK maupun sesudah.

Tags:

Berita Terkait