In House Counsel Series

Menariknya Profesi In House Counsel bagi Lulusan Sarjana Hukum

Profesi in house counsel menjadi salah satu profesi pilihan bagi para lulusan muda sarjana hukum. Terdapat kompetensi yang menantang bagi para sarjana hukum untuk terjun sebagai in house counsel.

Oleh:
Mochammad Januar Rizki
Bacaan 3 Menit

Dia juga menjelaskan seorang in house counsel juga harus siap mengerjakan tugas di luar bidang hukum. Sehingga, dia menekankan pentingnya in house counsel untuk selalu memperbarui kompetensi pengetahuannya tidak hanya ilmu hukum tapi juga bidang lain.

Turut menjadi pembicara dalam pelatihan ini, Senior Manager Legal Operation and Compliance PT Vale Indonesia Tbk, Erlangga Gaffar. Dia mengatakan seorang in house counsel harus memiliki pengetahuan bisnis dan membaca laporan keuangan perusahaan sebab dunia bisnis erat kaitannya dengan biaya dan harga. Kemudian, dia menjelaskan in house counsel juga harus memiliki nilai tambah bagi perusahaan. Nilai tambah tersebut dapat dilakukan melalui perbaikan surat kuasa, pelatih.

Erlangga juga menekankan In house counsel juga dapat bertindak sebagai penyeimbang pada perusahaan melalui kebijakan-kebijakan internal perusahaan. Lalu, in house counsel juga harus mampu berperan meminimalkan kerugian perusahaan.

SVP Legal and Corporate Secretary Indosat Ooreedo, Gilang Hermawan menjelaskan seorang in house counsel juga berhubungan dengan pajak dan fungsi regulasi yang berhubungan dengan perizinan. Dalam industri telekomunikasi, Gilang juga menerangkan perizinan sehubungan pendirian menara pemancar hingga produk sebelum dipasarkan ke masyarakat.

Head Legal Facebook untuk Indonesia, Brunei dan Timor Leste, Ingkan Simanjuntak menceritakan telah berprofesi sebagai in house counsel selama 20 tahun. Dia mengatakan bekerja sebagai in house counsel harus memiliki kemampuan multi tugas karena profesi ini sangat berkaitan dengan divisi lain.

Sepanjang perjalanan kariernya, Ingkan menjelaskan berbagai tugas yang pernah dilakukannya, termasuk merancang kontrak mulai dari yang sederhana hingga yang bernilai besar, dan juga menangani permasalahan litigasi. Semua hal ini dilakukan tentunya dengan dukungan berbagai divisi dan fungsi yang ada dalam perusahaan.

Saat bekerja di sektor digital, Ingkan memiliki tantangan tersendiri karena berada pada industri baru. “Legal di industri ini berasal dari berbagai background. Ada yang dari finance, lawfirm. Hal ini diharapkan dapat membawa banyak masukan solusi yang dipakai secara global. Kami juga bekerja sama dengan global lawyers dan up to date dengan teknologi yang ada. Jadi banyak sekali hal-hal baru untuk kita terus gali dan pelajari sehingga bisa beri masukan yang tepat untuk korporasi,” kata Ingkan.

Peserta kegiatan Pelatihan Bimbingan Kerja Fresh Graduate Hukum kali ini mempunyai kesempatan untuk magang baik di perusahaan maupun law firm yang telah ditentukan oleh Indonesian Corporate Counsel Association (ICCA). Jadi, nantikan Pelatihan Bimbingan Kerja Fresh Graduate Hukum berikutnya.

Tags:

Berita Terkait