Saat ini, Humphrey yang juga telah mendeklarasikan diri untuk maju bertanding dalam Munas PERADI 2015, tengah melanjutkan konsep kartu bantuan hukum untuk masyarakat miskin seperti yang disebut oleh Yan Apul ketika mendiang melihat begitu maraknya Jokowi mengeluarkan kartu sehat dan kartu pintar.
“Kita akan sinergi sama pemerintah. Harus sama-sama nanti. Kita akan berikan penjelasan kepada Presiden Jokowi. Jadi harus ada arahan juga dari Presiden Jokowi sehingga semuanya bisa berjalan, baru bisa bersifat secara massif dan kontekstual bantuan hukum untuk rakyat kecil itu,” begitu papar Humphrey. kepada hukumonline, Senin (2/3).
Bila ada satu advokat lagi yang sangat kehilangan sosok Yan Apul, Johnson Panjaitan lah orangnya. Semasa ia meniti karier sebagai advokat, sejak di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta) hingga kini ia telah memiliki kantor advokat sendiri, Yan Apul adalah guru yang selalu bisa menjadi temannya berdebat.
“Dia nggak peduli walaupun jaraknya jauh, dia selalu membuka diri untuk perdebatan-perdebatan yang menguji apa yang kita pikirkan,” sampai Johnson.
Hal yang selalu membuat Johnson kesal ketika mendapat kesempatan makan bersama dengan Yan Apul adalah ketika almarhum makan sekehendak hatinya. “Kami pengennya dia selalu bersama dengan kami,” imbuhnya.
Sebagaimana disampaikan oleh Johnson, almarhum Yan Apul juga merupakan Ketua Tim Kuasa Hukum dalam rencana gugatan yang akan dilayangkan ke pengadilan karena perbuatan pengurus PERADI yang dinilai telah berbohong.
“Saya mau bilang sama kamu, mungkin tanda tangan kuasa untuk saya menggugat PERADI, itu tanda tangan terakhir yang dia (Yan Apul,-red) berikan,” ucap Johnson yang tampak sangat berduka mengiringi pemakaman Yan Apul.
















