Afiliasi Baru HPRP dengan Firma Hukum Besar Asia
Setelah bekerja sama dengan jaringan firma hukum internasional Taylor Wessing melalui RHT Taylor Wessing sejak 2013 lalu, HPRP kini menjalin afiliasi dengan firma hukum Dentons. Kerja sama ini diumumkan pada pertengahan Maret lalu melalui laman Dentons dan HPRP.
Dalam pemeringkatan firma hukum se-Asia oleh sebuah lembaga internasional, Dentons tercatat menempati posisi kedua terbesar per tahun 2017 dengan jumlah partners dan associates sebanyak 4.966 orang. Jaringan firma hukum ini tersebar pada 73 negara di dunia. Sementara itu HPRP adalah firma hukum besar kelima dalam pemeringkatan hukumonline tahun ini.
(Baca Juga: Ini Daftar 19 Corporate Law Firm Terbesar Indonesia 2017-2018)
Kerjasama ini dilakukan Dentons untuk memperluas aksesnya di Asia Tenggara. Kawasan ini memiliki prospek bisnis menarik dengan fakta di tahun 2016 tercatat sebagai kekuatan ekonomi terbesar ketiga di Asia dan keenam terbesar di dunia. Sebelumnya, Dentons telah berekspansi ke Singapura, Myanmar, dan Malaysia.
“Ekspansi kami dengan firma hukum terbaik dan terbesar di Indonesia ini akan semakin memperkuat kehadiran Dentons di Asia Tenggara saat ini,” kata Philip Jeyaretnam, S.C.,Singapore Chief Executive Officer, Global Vice-Chair, sekaligus CEO Dentons untuk regional ASEAN.
“Baik klien dari Asia Tenggara maupun klien yang akan berbisnis disana bisa menikmati layanan terbaik yang Dentons berikan. Mereka ditangani langsung para lawyers yang sangat memahami wilayah ini,” jelas Joe Andrew, Global Chairman of Dentons.
Menurut Elliott Portnoy, Global CEO of Dentons, kerjasama ini menjadi bagian dari strategi Dentons membangun pan-Asian law firm yang menjangkau wilayah Asia seluas mungkin.
Constant Ponggawa, Managing Partner HPRP menanggapi kerjasama ini, “Kami sangat yakin kerja sama ini akan sangat menguntungkan baik bagi klien Dentons untuk menjangkau pasar Indonesia maupun klien kami dalam melakukan ekspansi di pasar global,” ujarnya.
HPRP selama ini dikenal dalam berbagai area praktik hukum bisnis seperti litigasi bisnis, perburuhan, jasa keuangan, hak kekayaan intelektual, transaksi bisnis internasional, real estate, transportasi, sumber daya alam, dan infrastruktur. Selain itu HPRP telah melebarkan sayap di sektor energi terbarukan, fintek, dan transaksi elektronik.
















