
Pemilihan umum merupakan salah satu pilar demokrasi sebagai wahana perwujudan kedaulatan rakyat guna menghasilkan pemerintahan dan lembaga perwakilan politik yang memiliki legitimasi yang kuat dari rakyat. Untuk itu proses Pemilu harus berjalan dengan jujur adil bebas dan rahasia serta demokratis. Pemilu merupakan bagian dari proses penguatan kehidupan demokrasi, serta upaya mewujudkan tata pemerintahan yang efektif dan efisien. Oleh karenanya proses demokratisasi harus berjalan dengan baik, terkelola, dan terlembaga.
Tahun 2019 akan jadi momentum perubahan untuk Indonesia. Di tahun politik ini, masyarakat Indonesia akan memilih jajaran pejabat negara yang akan menjadi pemimpin bangsa menuju masa depan yang lebih baik. Hal baru yang akan terjadi di pemilu tahun depan adalah Pemilu Serentak, pemilih akan langsung memilih anggota legislatif dan Presiden/Wakil Presiden di saat yang bersamaan.
Hal lain yang akan berbeda dengan pemilu sebelumnya adalah jumlah pemilih muda yang berlimpah. Mereka diharapkan untuk menggunakan hak pilihnya di pesta demokrasi terbesar di Indonesia ini, karena suara mereka sangat menentukan masa depan bangsa ini.
Ada 196,5 juta pemilih di Pemilu 2019, dan 7,4 persen di antaranya atau sekitar 14 juta pemilih adalah generasi muda yang memiliki hak pilih untuk pertama kalinya. Jumlahnya yang besar ini, berperan penting penentu kemenangan, apalagi jika dikelola dengan baik. Makanya, mereka diharapkan untuk tidak golput.
Untuk menjadi pemilih yang cerdas ini, yang perlu dilakukan para pemilih muda:
- memastikan dirinya terdaftar sebagai pemilih. Hal ini bisa dilihat di www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan. Bagi yang tidak terdaftar bisa melapor untuk dimasukan ke daftar pemilih hasil perbaikan (DPTHP).
- #KenaliCalonmu dengan melihat dan mempelajari rekam jejak dari setiap calon yang akan dipilih. Untuk memfasilitasi ini, KPU sudah menyediakan semua informasi terkait calon di situs infopemilu.kpu.go.id . Di situs ini para pemilih bisa mengakses daftar riwayat hidup dan data lain dari tiap calon.
KPU juga mengajak pemilih untuk “Kawal Suaramu” yaitu ajakan kepada pemilih untuk mengawal proses rekapitulasi penghitungan suara. Proses pengawalan tersebut juga dapat dilihat melalui aplikasi SITUNG.
Para pemilih juga diharapkan selalu waspada dengan bahaya hoax atau berita bohong. Jangan mudah terprovokasi apalagi ikut menyebarluaskan berita hoax. Teliti dulu sumber informasi yang didapatkan. Informasi yang valid adalah informasi yang datang dari sumber-sumber yang bisa dipertanggungjawabkan.
















