Pentingnya Memahami dan Menguasai Klausul Arbitrase bagi Lawyer
Utama

Pentingnya Memahami dan Menguasai Klausul Arbitrase bagi Lawyer

Merupakan elemen kunci bagi lawyer maupun in house counsel dalam memberikan arahan kepada klien terkait arbitrase.

Hanifah Dwi Jayanti
Bacaan 4 Menit

"SIAC rules, ICC rules, semuanya memiliki model klausul tersendiri. Misalnya, model klausul ICC menyatakan bahwa setiap sengketa yang timbul dari perjanjian ini akan diselesaikan berdasarkan ICC rules yang berlaku pada saat itu. Dengan demikian, jika ada perubahan dalam aturan ICC dalam sepuluh tahun ke depan, aturan terbaru itulah yang akan berlaku," jelas Aldio.

Hukumonline.com

Partner AHP Eri Hertiawan dan Associate di AHP, Albertus Aldio Primadi, saat menjadi pemateri dalam Workshop Hukumonline bertajuk ‘Arbitrase sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Bisnis dalam Perspektif Hukum dan Praktik’, Selasa (26/3). Foto: RES

Ia menambahkan bahwa penggunaan klausul arbitrase yang menyebutkan secara spesifik aturan tertentu, seperti "Bali rules 2022" dapat menjadi problematis jika aturan tersebut mengalami perubahan. Oleh karena itu, ia merekomendasikan untuk menggunakan frasa "at the time being enforced" dibandingkan dengan menyebut aturan tertentu secara spesifik, kecuali terdapat alasan kuat untuk mempertahankan aturan lama.

"Bisa saja, dalam aturan terbaru, semua perkara setelah tahun 2025 otomatis tunduk pada aturan yang diperbarui, sehingga ada potensi kontradiksi," ujarnya.

Sementara itu, Partner AHP, Eri Hertiawan menambahkan bahwa dalam praktik hukum, sering kali ditemukan kompleksitas dalam penyusunan klausul arbitrase. Ia membagikan pengalaman dalam menangani arbitrase dengan seat of arbitration di Taiwan, institutional rules di China, venue di Beijing, serta penggunaan bahasa Mandarin dalam dokumen tetapi bahasa Inggris dalam persidangan.

"Ketika kita menghadapi situasi seperti ini, pertanyaannya adalah siapa yang membuat klausul ini? Bagaimana bisa aturan-aturan ini tercampur tanpa kejelasan? Ini yang harus kita hindari dalam penyusunan klausul arbitrase," tegas Eri.

Kompleksitas seperti ini, kata dia, menegaskan perlunya kejelasan dalam perancangan klausul arbitrase agar tidak menimbulkan kebingungan di kemudian hari. "Struktur arbitrase harus jelas, dari pemilihan seat, aturan institusi yang digunakan, bahasa yang berlaku, hingga komposisi majelisnya. Ini sangat penting untuk menghindari kesalahan teknis yang bisa berakibat fatal," tambahnya.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info