BEI pun telah menyampaikan proposal penyesuaian kepada MSCI, yang menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mempublikasikan data kepemilikan saham untuk kategori corporate and others di bawah 5 persen.
“Saat ini sedang dipelajari oleh MSCI, apakah sesuai dengan yang dibutuhkan mereka, yang adalah mengecualikan investor dalam kategori corporate and others dalam perhitungan free float, dengan kemudian mempublikasikan kepemilikan saham di atas dan di bawah 5 persen untuk setiap kategori kepemilikan tadi itu,” tegas Mahendra.
Sebagaimana diketahui, BEI sempat menghentikan sementara perdagangan pada Kamis pukul 09.26 WIB setelah IHSG turun hingga delapan persen. Indeks melemah 665,89 poin ke level 7.654,66 sebelum perdagangan kembali dibuka pada pukul 09.56 WIB.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun menilai penghentian sementara perdagangan di BEI menjadi momentum penting bagi otoritas untuk mempercepat reformasi regulasi pasar modal.
“Pada prinsipnya momentum ini digunakan untuk mereformasi regulasi pasar modal. Kita melihat best practice dan kita ikuti, karena sudah ada jadwalnya dan sudah ada pembicaraan dengan MSCI sebelumnya," ujar Airlangga sebagaimana dilansir Antara.
Selain dipengaruhi pengumuman MSCI, sentimen pasar juga tertekan oleh keputusan Goldman Sachs yang menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi underweight.
















