Perludem Ingatkan Tantangan Demokrasi Elektoral di Era AI
Terbaru

Perludem Ingatkan Tantangan Demokrasi Elektoral di Era AI

Sejak berdiri pada 2005, Perludem mengawal persoalan pemilu dan demokrasi melalui advokasi, penelitian, dan pelatihan.

Firyalfatin
Bacaan 3 Menit
Para peneliti Perludem bersama Manajer Program Perludem, Kahfi Adlan Hafiz (kedua dari kanan). Foto: HFW
Para peneliti Perludem bersama Manajer Program Perludem, Kahfi Adlan Hafiz (kedua dari kanan). Foto: HFW

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) melihat perkembangan teknologi digital turut mengubah lanskap pemilu dan demokrasi. Organisasi ini mulai memperluas kajiannya pada sejumlah isu yang berkaitan erat dengan perkembangan teknologi dan pemilu.

Manajer Program Perludem, Kahfi Adlan Hafiz menyampaikan bahwa ada tiga kerja utama yang dijalankan Perludem, yakni advokasi, penelitian, dan pelatihan. Ketiganya menjadi instrumen dalam mengawal persoalan pemilu dan demokrasi.

“Fokus isu kami itu kan sebetulnya demokrasi elektoral, tetapi kemudian kita coba extend eke beberapa isu lainnya yang memang sangat berkaitan dengan pemilu,” kata Kahfi kepada Hukumonline, Jumat (4/9/2026).

Baca juga:

Salah satu isu yang kini menjadi perhatian adalah perkembangan teknologi digital, khususnya penggunaan AI di media sosial dan kampanye pemilu. Perludem juga tengah memberikan perhatian pada isu open data dalam pemilu.

Perhatian tersebut kemudian diwujudkan melalui penelitian. Kahfi mengatakan Perludem baru menyelesaikan dua riset yang berkaitan dengan penggunaan AI dalam kampanye pemilu dan keterbukaan data kepemiluan.

Dalam riset mengenai artificial intelligence (AI), Perludem mengidentifikasi sejumlah bentuk pemanfaatan teknologi tersebut dalam aktivitas kampanye.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info