Women in Law Stories

Potret Kepemimpinan Perempuan di Kursi Partner Kantor Hukum

Setiap artikel diulas tantangan yang dihadapi lawyer perempuan di kantor hukum, hingga tips atau modal sukses bagi perempuan yang berkarier di kantor hukum yang ditayangkan dalam bentuk artikel berita video.

Oleh:
Agus Sahbani
Bacaan 4 Menit
Retno Muljosantoso, Fabiola Hutagalung, Lintang Suryaningtyas, Miriam Andreta, Helena Adnan. Foto Kolase: RES
Retno Muljosantoso, Fabiola Hutagalung, Lintang Suryaningtyas, Miriam Andreta, Helena Adnan. Foto Kolase: RES

Perjuangan R.A Kartini membela kaum perempuan telah berhasil dan dirasakan manfaatnya sampai saat ini. Bukti keberhasilan itu dapat terlihat melalui peran perempuan di berbagai bidang dan profesi tak terkecuali profesi penegak hukum. Kesetaraan gender di lembaga peradilan atau penegak hukum pun sudah terbuka lebar bagi siapapun tak membeda-bedakan jenis kelamin.

Selama ini sudah banyak kaum perempuan yang berkarier di lembaga peradilan, seperti kepolisian, kejaksaan, pengadilan, hingga peradilan tertinggi di Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK). Tak terkecuali advokat-advokat perempuan yang juga profesi penegak hukum, khususnya di firma hukum korporasi (corporate law firm). Berdasarkan catatan Hukumonline, ada beberapa perempuan/wanita “hebat” yang sukses berkarier di kantor hukum sebagai partner dan eksis hingga saat ini.

Mereka adalah Partner Kantor Hukum Soemadipradja & Taher (S & T) Retno Muljosantoso; Partner Dentons Hanafiah Ponggawa & Partners (Dentons HPRP) Fabiola Hutagalung; Partner Adnan Kelana Haryanto & Hermanto (AKHH) Helena Adnan; Partner Andriani, Riani & Hutabarat (ARH) Law Office Lintang Suryaningtyas; Partner Walalangi & Partners (in association with Nishimura & Asahi) Miriam Andreta.        

Retno Muljosantoso  

Retno Muljosantoso atau yang akrab disapa Rini, merupakan seorang Senior Partner di S & T. Usai menuntaskan pendidikan tinggi hukumnya di Universitas Katolik Parahyangan, Retno bergabung dengan S & T sejak tahun 1993 silam dan mulai diangkat sebagai Partner pada tahun 2009. Rini merupakan anggota dari Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) dan International Bar Association. Ia memiliki keahlian di bidang general corporate & investment, employment, insurance, mergers & acquisitions, Islamic finance, banking dan capital markets.

Hukumonline.com

Partner Soemadipradja & Taher (S & T) Retno Muljosantoso.

Fabiola Hutagalung

Fabiola Hutagalung menyelesaikan studi sarjana hukumnya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) dan bergabung dengan Dentons HPRP sejak tahun 1996 hingga saat ini. Mulai berkarier junior lawyer hingga diangkat menjadi partner sejak tahun 2008. Fabiola berpengalaman dengan pengetahuan mendalam tentang M & A, restrukturisasi, spin-off, investasi asing langsung (FDI), usaha patungan (JV), perbankan dan keuangan termasuk kegiatan pembiayaan, dan properti. Dia juga tercatat sebagai “Leading Lawyer” International Financial Law Review (IFLR1000) pada edisi 2015, 2016, dan 2017 untuk Peraturan Jasa Keuangan serta praktik Merger dan Akuisisi.

Hukumonline.com

Partner Dentons Hanafiah Ponggawa & Partners (Dentons HPRP) Fabiola Hutagalung.

Helena Adnan

Sebagai salah satu Founding Partner AKHH, Helena Adnan memiliki pengalaman dalam dunia advokat selama lebih dari 25 tahun. Ia merupakan anggota dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), HKHPM, dan anggota dari berbagai asosiasi kekayaan intelektual dan merek dagang, seperti International Trademark Association (INTA), ASEAN Intellectual Property Association (AIPA), dan Association of Intellectual Property Consultants (AKHKI).

Helena memberikan nasihat tentang berbagai isu hukum perusahaan, komersial, dan jasa keuangan, dan membantu klien mengelola hak kekayaan intelektual. Klien yang ditanganinya sejumlah perusahaan terkemuka di berbagai sektor dari mulai energi dan sumber daya alam, bahan kimia konsumen, farmasi, sampai dengan industri manufaktur.

Tags:

Berita Terkait