Prof Maruf Cahyono Resmi Jabat Ketua Ikatan Keluarga Alumni IBLAM
Terbaru

Prof Maruf Cahyono Resmi Jabat Ketua Ikatan Keluarga Alumni IBLAM

Di bawah kepemimpinan Maruf diharapkan semakin mempererat dan membuat solid alumni STIH IBLAM. Menekankan pentingnya pelaksanaan tridarma perguruan tinggi tak hanya bagi mahasiswa tapi juga alumni.

Ady Thea DA
Bacaan 3 Menit
Prof Maruf Cahyono saat memberikan sambutan usai pengukuhan sebagai Ketua IKA STIH IBLAM, Kamis (23/2/2023). Foto: Istimewa
Prof Maruf Cahyono saat memberikan sambutan usai pengukuhan sebagai Ketua IKA STIH IBLAM, Kamis (23/2/2023). Foto: Istimewa

Nama Prof Ma’ruf Cahyono dikukuhkan sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Institute of Business Law and Management (IBLAM). Pelantikan terhadap Prof Ma’ruf Cahyono dilakukan pimpinan STIH IBLAM di Kampus Utama IBLAM, Kamis (23/2/2023).

Dalam sambutannya, Prof Ma’ruf mengatakan jabatan baru yang diembannya merupakan amanah yang mesti dilaksanakan dengan baik. Dia berharap,  ke depan IKA IBLAM dapat mendorong agar STIH IBLAM bisa meraih capaian yang jauh lebih baik lagi dan semakin kokoh.

Pria yang menyandang gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Sultan Agung (Unissula) Kota Semarang itu menekankan pentingnya tridharma perguruan tinggi. Yakni Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Tridharma perguruan tinggi tak hanya penting untuk dilaksanakan oleh mahasiswa tapi juga alumninya.

“Tridharma perguruan tinggi penting tidak hanya penting untuk dijalankan mahasiswa STIH IBLAM tapi alumninya juga,” ujarnya dalam acara Pengukuhan Ketua IKA IBLAM Periode 2023-2027.

Baca juga:

Selain itu, pria yang juga menjabat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu menegaskan pentingnya integritas. STIH IBLAM memiliki nilai-nilai perjuangan yang sangat baik. Sebagaimana kutipan dari sebagian lirik himne STIH IBLAM, integritas adalah modal utama untuk membangun berbagai hal termasuk bangsa dan negara.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Lembaga Pengembangan Ilmu Hukum dan Manajemen (LPIHM) IBLAM Rahmat Dwi Putranto, mengatakan dengan terpilihnya Prof Ma’ruf semakin membuat solid alumni STIH IBLAM. Sebab salah satu kekuatan yang dimiliki STIH IBLAM adalah alumninya yang jumlahnya mencapai ribuan. Oleh karena itu STIH IBLAM sudah banyak dikenal masyarakat termasuk para pejabat dan politisi.

“Banyak yang kenal STIH IBLAM bahkan dari kalangan politisi. Tapi STIH IBLAM tidak masuk dalam ranah politik praktis,” tegasnya.

Rahmat berharap, kepengurusan IKA IBLAM yang dipimpin Prof Ma’ruf bakal semakin mempererat dan membuat solid alumni STIH IBLAM. Kiprah alumni IBLAM tergolong luar biasa bahkan di kalangan partai politik. Apa pun latar belakang politiknya, ketika masuk dalam forum keluarga besar STIH IBLAM semua ‘baju’ politik itu harus dilepas, karena yang utama adalah menjaga soliditas IBLAM.

STIH IBLAM ikut berkontribusi dalam membangun bangsa. Rahmat mengatakan STIH IBLAM sudah berdiri hampir 30 tahun. Dia mengimbau alumni untuk menyampaikan ide dan gagasan yang dapat mendorong agar STIH IBLAM semakin unggul. Dengan mengusung semangat IBLAM Unggul Indonesia Jaya, STIH IBLAM terus mendorong agar program studi yang digelar mampu meraih akreditasi unggul.

“Untuk mewujudkan berbagai harapan itu STIH IBLAM tidak bisa sendirian. Butuh dukungan dari alumni dan berharap IKA IBLAM menjadi mitra agar IBLAM bisa unggul bersama,” imbuh Rahmat.

Ikatan alumni  sejatinya menjadi penting bagi sebuah lembaga perguruan tinggi. Manfaat alumni bagi perguruan tinggi amatlah besar bagi keberlangsungan proses dalam jangka panjang diberbagai hal. Peran strategis alumni yang dimiliki antara lain sebagai katalisator. Seperti membangun hubungan emosional yang kuat di masyarakat. Kemudian sebagai kontributor secara materil maupun moril terhadap lembaga. Selain itu sebagai iron stock.  Karenanya, almamater memerlukan SDM untuk regenerasi.

STIH IBLAM memiliki sejarah panjang. Rahmat menceritakan, semula pada 27 Agustus 1990 didirikan satu lembaga dengan nama Iurisconsultus Group’ yang didalamnya terdiri dari beragam pakar hukum, praktisi hukum, mantan Hakim Agung, mantan Pejabat Kejaksaan Agung dan mantan Pejabat Departemen Kehakiman. Para pakar itu berhasil merumuskan lembaga pendidikan yang dinamakan Institute of Business Law and Management (IBLAM).

Lembaga tersebut bertujuan dalam rangka peningkatan mutu, kemahiran tenaga kerja dibidang hukum serta mempersiapkan tenaga-tenaga kerja yang profesional. Lembaga tersebut didirikan atas dasar sebuah kesadaran bahwa pengetahuan dibidang hukum, baik di masa kini maupun di masa yangakan datang perlu dikuasai terutama untuk para pelaku bisnis, birokrat dan praktisi dalam rangka menghadapi dan memenangkan kompetesi global.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info