Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) mengadakan acara refleksi akhir tahun seputar penegakan hukum di Indonesia. Ada sejumlah catatan yang diberikan sepanjang tahun 2025 ini, mulai dari aspek hukum dalam bencana yang terjadi di Indonesia hingga peran teknologi di bidang hukum.
Dekan FH UII, Prof. Budi Agus Riswandi, dalam pemaparannya mengatakan FH UII bersama dengan dua kampus lainnya, yaitu FH Universitas Islam Riau (UIR) dan Universitas Islam Bandung (Unisba), membuat sejumlah catatan dalam penegakan hukum di Indonesia.
"Saya akan menyampaikan resume naskah buku atau yang kita sebut setiap akhir tahun dan kita sebarkan kepada kolega kita, di mana kertas akademik ini isinya catatan evaluasi penegakan hukum dari tahun ke tahun, termasuk hari ini, catatan dan evaluasi penegakan hukum 2025," ujar Prof. Budi saat memberikan paparan di Auditorium FH UII, Yogyakarta, Rabu (24/12).
Baca Juga:
- Delapan Advokat Senior Indonesia Tutup Usia Sepanjang 2025
- Catatan Akhir Tahun KPK: 11 OTT, 118 Tersangka, Pemulihan Keuangan Negara Rp1,53 Triliun
Prof. Budi berkata, catatan itu merupakan refleksi yang tidak hanya berisi kritikan tetapi juga evaluasi penegakan hukum pada 2025 ini. Nantinya, catatan tersebut akan disebarluaskan agar masyarakat bisa mengetahui bagaimana penegakan hukum yang dilakukan pada kurun waktu satu tahun terakhir ini.
Sementara itu, Guru Besar Hukum Lingkungan Internasional FH UII, Prof. Sri Wartini, menjelaskan perubahan iklim yang terjadi di Indonesia tidak lepas dari pemanasan global. Hal ini diakibatkan berbagai kegiatan, misalnya saja transportasi dan lain sebagainya.
Prof. Sri pun menyinggung tentang bencana yang terjadi di beberapa lokasi termasuk di wilayah DI Aceh, Sumatera Utara, dan juga Sumatera Barat yang sudah menelan banyak korban. Menurutnya, pemerintah juga mempunyai tanggung jawab dalam bencana tersebut.
















