
Ketua Komunitas Jejak Psikologi Forensik, Lucy Lidiawati Santoso. Foto: Firyalfatin
Lucy menekankan kampus wajib menolak budaya patriarki dan senioritas yang menekan korban. Hal ini, dimaksudkan agar menciptakan kampus yang aman. Selain itu, dalam sistem digital yang digunakan sebagai wadah pelaporan perlu diawasi dengan ketat jangan sampai terjadi kebocoran data.
“Kalau data bocor, itu fatal. Harus ada etika, adil, dan transparan. Teknologi bisa jadi alat perlindungan, tapi juga bisa jadi senjata. Maka kampus wajib melindungi mahasiswanya dari kekerasan seksual dan kebocoran data,” pungkasnya.
















