Tantangan Danantara dalam Mengubah Ketidakpastian Hukum Jadi Risiko Terukur
Utama

Tantangan Danantara dalam Mengubah Ketidakpastian Hukum Jadi Risiko Terukur

Risiko yang terukur tersebut mencakup pemilihan mitra yang tepat, pemahaman pasar, serta pemanfaatan tingginya minat investor global terhadap Indonesia.

Hanifah Dwi Jayanti
Bacaan 4 Menit
Managing Director Holding Investasi Danantara, Stefanus Ade Hadiwidjaja dalam seminar yang bertempat di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Kamis (22/5). Foto: Istimewa
Managing Director Holding Investasi Danantara, Stefanus Ade Hadiwidjaja dalam seminar yang bertempat di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Kamis (22/5). Foto: Istimewa

Tantangan utama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen terletak pada kemampuan negara dalam menciptakan iklim investasi yang pasti dan menarik. Hal ini menjadi tantangan utama bagi Danantara sebagai entitas sovereign wealth fund (SWF) milik Indonesia dalam menjadikan ketidakpastian hukum sebagai risiko yang terukur.

Managing Director Holding Investasi Danantara, Stefanus Ade Hadiwidjaja, mengungkapkan risiko yang terukur tersebut mencakup pemilihan mitra yang tepat, pemahaman pasar, serta pemanfaatan tingginya minat investor global terhadap Indonesia.

“Benar sekali kalau dibilang pertumbuhan ekonomi yang mau dikejar dari 4–5 persen ke 8 persen itu tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi dan belanja pemerintah. Komponen investasi justru menjadi harapan besar,” ujarnya dalam seminar yang bertempat di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Kamis (22/5).

Baca Juga:

Ia menyebut tambahan pertumbuhan ekonomi sebesar 3 persen, jika dihitung berdasarkan PDB lebih dari 1,5 triliun dolar AS, berarti membutuhkan tambahan investasi sekitar 45 miliar dolar AS atau sekitar Rp700 triliun. Namun, ia menekankan bahwa Indonesia juga memiliki posisi unik di tengah dinamika geopolitik global.

“Kita ini sebenarnya beruntung. Di tengah ketidakpastian global, Indonesia bisa menjadi destinasi investasi yang menjanjikan. Tapi tantangannya adalah bagaimana mengubah ketidakpastian menjadi risiko yang bisa dihitung,” jelasnya.

Dalam konteks ini, Danantara berperan penting sebagai institusi yang membantu mengurangi ketidakpastian tersebut. Stefanus menyebut ada empat aspek utama yang perlu diperhatikan oleh investor, yakni kepastian regulasi, kemampuan memilih mitra usaha yang tepat, kapabilitas manajemen, dan potensi pasar.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info