Tersangka Kelangkaan Minyak Goreng, Jaksa Agung: Siapapun Akan Kami Tindak
Terbaru

Tersangka Kelangkaan Minyak Goreng, Jaksa Agung: Siapapun Akan Kami Tindak

Empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Satu diantaranya pejabat Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan.

Oleh:
Rofiq Hidayat
Bacaan 3 Menit

Terpisah, Anggota Komisi VI DPR Subardi mengapresiasi langkah Kejaksaan Agung menyidik kasus tersebut. Kasus tersebut perlu dibongkar ke publik karena disinyalir ada permainan arus ekspor impor CPO yang melibatkan Dirjen sebagai pejabat penanggung jawab. Ia mengaku Komisi VI merupakan mitra kerja Kemendag yang pernah sempat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Dirjen Perdagangan Luar Negeri, dan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga membahas tata kelola minyak goreng dan pengendalian harga.  

“Dalam RDP tersebut, semua fraksi mempersoalkan tata kelola minyak goreng yang masih ambradul. Begitu pula persoalan ekspor CPO yang masih banyak celah untuk dikendalikan,” kata dia.  

Politisi Partai Nasional Demokrat itu melihat dengan penetapan empat orang tersangka ini menunjukkan kasus tersebut bukan kasus korupsi biasa, ada unsur perilaku jahat yang melukai seluruh masyarakat Indonesia. “Ternyata dibalik itu ada persekutuan kejahatan yang disembunyikan. Artinya, kejahatan ini sudah diatur memanfaatkan tingginya permintaan minyak goreng dalam negeri,” katanya.

Seperti diketahui, konstruksi kasus ini, ketiga pihak swasta berkomunikasi secara intens dengan IWW. Hasilnya, terbit persetujuan ekspor untuk perusahaan Permata Hijau Group, PT Wilmar Nabati Indonesia, dan PT Musim Mas. Padahal, ketiga perusahaan tersebut bukanlah entitas usaha yang berhak mendapat persetujuan ekspor. Pasalnya, ketiga perusahaan tersebut merupakan entitas usaha yang mendistribusikan CPO tidak sesuai dengan harga penjualan di dalam negeri atau Domestic Price Obligation (DPO).

Setelah berstatus tersangka, keempat orang tersebut ditahan di tempat berbeda. IWW dan MPT ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari ke depan. Sementara SMA dan PT ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari ke depan. Keempat tersangka ditahan sejak 19 April hingga 8 Mei 2022.

Tags:

Berita Terkait