Tiongkok Wajibkan Influencer Kesehatan Miliki Sertifikat Medis demi Cegah Misinformasi
Terbaru

Tiongkok Wajibkan Influencer Kesehatan Miliki Sertifikat Medis demi Cegah Misinformasi

Empat lembaga utama Tiongkok memperketat pengawasan konten kesehatan daring dengan mewajibkan verifikasi izin praktik, mencantumkan sumber ilmiah, dan melarang segala bentuk promosi produk terselubung.

Firyalfatin
Bacaan 4 Menit
Ilustrasi
Ilustrasi

Pemerintah Tiongkok memperketat pengawasan terhadap konten kesehatan di dunia maya dengan mewajibkan para pembuat konten alias influencer memiliki sertifikat atau kredensial medis yang sah. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memerangi penyebaran informasi kesehatan yang menyesatkan serta praktik komersial terselubung di balik kegiatan edukasi publik.

Langkah tersebut didorong empat lembaga utama. Yakni Cyberspace Administration of China (CAC), National Health Commission (NHC), State Administration of Market Regulation (SAMR), dan National Administration of Traditional Chinese Medicine. Keempat lembaga ini menegaskan langkah ini bertujuan untuk mendorong produksi dan penyebaran pengetahuan kesehatan yang ilmiah dan akurat, sekaligus menekan penyebaran informasi palsu menyesatkan.

Sesuai aturan baru ini, seluruh platform internet wajib memverifikasi izin praktik atau surat keterangan kerja bagi para influencer yang berbicara mengenai kesehatan. Mereka hanya diperbolehkan beraktivitas jika terafiliasi dengan lembaga medis, sekolah kedokteran, atau institusi penelitian farmasi yang sah.

Bagi influencer kesehatan yang sudah ada, diberi waktu dua bulan guna menyelesaikan proses verifikasi. Sementara itu, akun baru tidak akan diizinkan mengunggah konten terkait kesehatan sebelum memiliki sertifikasi.

Baca juga:

Selain itu, influencer juga diwajibkan mencantumkan sumber referensi untuk setiap konten edukasi kesehatan, serta mengungkap jika terdapat penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) atau rekonstruksi kasus medis historis. Platform digital harus mengingatkan para influencer bahwa mereka bertanggung jawab atas keakuratan ilmiah konten yang disebarkan.

Regulasi ini secara tegas melarang semua bentuk iklan dalam konten kesehatan. Termasuk penyertaan tautan pembelian, nomor kontak, atau promosi terselubung terhadap layanan medis, obat-obatan, alat kesehatan, maupun produk pangan kesehatan. Market Inspection Specialist SAMR, Gu Baozhong menekankan langkah ini dimaksudkan untuk membedakan antara edukasi publik yang murni dan promosi komersial yang disamarkan.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info